Radarjombang.id – Kondisi bangunan SDN Plosogenuk 1 Kecamatan Perak, Jombang memprihatinkan.
Akibat rusak menahun yang semakin parah, siswa harus belajar di parkiran sepeda setiap hari sejak Januari tahun ini.
’’Kerusakan mulai tampak parah 2024, awalnya waktu itu hanya plafon yang ambrol,’’ kata Kepala SDN Plosogenuk 1 Kecamatan Perak, Lusi Dian Winari, kemarin.
Saat itu kelas tidak langsung dikosongkan. Awalnya sekolah memperbaiki sementara, karena belum mengetahui bagian atas.
Baru menyadari jika kayu sudah sangat rapuh setelah ambrolnya plafon merembet dari satu titik ke titik lainnya.
’’Setelah kami analisa, ternyata banyak rayap, sampai buku yang kami simpan di lemari besi juga habis di makan rayap,’’ ungkapnya sembari menunjukkan lemari besi yang ia gunakan menyimpan buku. Tidak hanya atap yang rusak parah, kusen jendela juga keropos parah, hingga nyaris tak tersisa.
Ruang kelas itu akhirnya mulai dikosongkan. Kelas yang siswanya sedikit digeser ke perpustakaan di awal 2025.
Kondisi kian parah karena dilihat dari kejauhan atap bergelombang. Tak ingin terjadi hal membahayakan, akhirnya dua kelas lain juga dikosongkan di awal tahun pelajaran 2025/2026 Juli lalu.
Siswa kelas 1 belajar di UKS. Ruangannya sangat sempit. Siswa belajar dengan lesehan. Jarak antar siswa mepet karena keterbatasan tempat.
Siswa kelas 3 di perpustakaan, berdampingan dengan koleksi buku-buku miliki sekolah. Sedangkan siswa kelas 4 belajar di parkiran sepeda. Ini satu-satunya tempat yang teduh dan beratap. Berdampingan dengan sepeda siswa yang tepat berada di sampingnya.
Parkiran dibuat kelas darurat. Beberapa sisi ditutup dengan papan tulis dan banner bekas agar siswa tak kepanasan.
’’Sebetulnya beberapa wali murid mengajukan diri, untuk memakai rumahnya sebagai tempat belajar sementara. Tapi karena pertimbangan pengawasan dan lainnya, akhirnya kami memilih untuk di parkiran saja. Karena kalau jaraknya cukup jauh kan pengawasan kita juga makin terbatas. Itu juga atas koordinasi dengan pengawas,’’ jelasnya.
Upaya pengajuan rehab sudah dilakukan sejak ambolnya plafon yang pertama tahun 2024. Namun pengajuan belum tembus, akhirnya mengajukan lagi tahun 2025, bahkan pengajuannya dua kali. ”Yang pertama saya langsung mengajukan ke dinas, yang kedua saya ajukan lewat link,” katanya.
Ia berharap, agar sekolahnya segera mendapatkan perhatian dan perbaikan, agar siswa mendapatkan fasilitas belajar yang aman dan nyaman di sekolah.
”Pengajuan ini saya kawal betul, alhamdulillah pihak dinas sudah memberikan kepastian jika akan dianggarkan tahun 2026,” pungkasnya.
Sementara itu, Rhendra Kusuma, Kepala Bidang Pembinaan SD membenarkan jika SDN Plosogenuk 1 mengalami kerusakan. Ia menegaskan, jika perbaikan SDN Plosogenuk 1 sudah dianggarkan tahun depan.
”Iya ini (SDN Plosogenuk 1) sudah dianggarkan tahun 2026 melalui APBD Kabupaten Jombang,” singkatnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto