Radarjombang.id – Sebanyak 94 madrasah aliyah (MA) mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara mandiri. Mereka sudah mempersiapkan keperluan teknis pelaksanaan.
’’Belum ada laporan madrasah yang menumpang. Hari ini (kemarin) kami masih melakukan mitigasi dan pendataan sarpras (sarana prasarana) di setiap lembaga,’’ kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kemenag Jombang, Nur Khojin.
Mayoritas madrasah menggunakan mode online dengan dua gelombang dan tiap hari dua sesi. Gelombang 1 pada 3–4 November. Gelombang 2 pada 5–6 November.
Hal ini disesuaikan dengan kesiapan perangkat dan kapasitas ruang laboratorium komputer di masing-masing madrasah.
Jika madrasah tidak memiliki perangkat yang memadai, baik kualitas maupun kuantitas, ia meminta kendala itu sudah diantisipasi dengan sistem pinjam atau sewa perangkat dari pihak luar.
Sebagai antisipasi kendala teknis seperti pemadaman listrik, sejumlah madrasah juga telah menyiapkan sumber daya listrik cadangan berupa genset. ’’Sebagian madrasah menggunakan sumber listrik dari PLN dan genset sebagai cadangan,’’ jelasnya.
Terkait teknis pelaksanaan, Kemenag Jombang saat ini terus berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jatim. Termasuk dalam hal teknis kepengawasan. ’’Untuk pengawasan tetap dilakukan secara silang antar madrasah,’’ ungkapnya.
Tidak seluruh MA di Jombang mengikuti TKA. Empat madrasah memutuskan tidak mengikuti TKA dengan alasan bervariasi. Ada yang sedang melanjutkan program tahfidz Alquran. Ada yang madrasahnya belum memiliki kelas akhir. Serta ada juga yang terkendala kelengkapan data siswa.
Jumlah siswa madrasah aliyah yang mendaftar TKA mencapai 7.541 siswa atau sekitar 92,11 persen dari total jumlah siswa kelas 12. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto