Radarjombang.id - Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan bebas kekerasan terus digalakkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Jombang.
Salah satunya, melalui dukungan terhadap program Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) yang kini mulai diimplementasikan di berbagai madrasah, termasuk di MAPM Qur’ani Cukir.
Dalam deklarasi SRA di MAPM Qur’ani, Selasa (14/10), Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang, Dr H Muhajir, menyampaikan pendidikan yang ramah anak merupakan pilar penting dalam membangun generasi unggul berakhlak mulia.
’’Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan rasa aman bagi setiap peserta didik,’’ katanya.
’’Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada kepala madrasah, para wakil kepala, bapak-ibu guru, tenaga pendidikan, serta siswi-siswi MAPM Qur’ani yang hari ini telah melaksanakan deklarasi Satuan Pendidikan Ramah Anak.
Ini komitmen kita bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan insya Allah akan mengantarkan kesuksesan bagi siswi-siswi MAPM,’’ ungkap Muhajir.
Konsep SRA tidak berhenti pada deklarasi semata, tetapi harus diikuti dengan langkah konkret seperti penegakan aturan, pembinaan karakter, dan penguatan komunikasi yang sehat antara pendidik dan peserta didik.
’’SRA adalah komitmen bersama untuk memastikan anak merasa aman dan bahagia belajar di madrasah,’’ tegasnya.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang, Nur Khojin M.Pd, juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif MAPM Qur’ani.
Ia berharap, deklarasi ini menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya.
’’Semoga semakin banyak madrasah di Jombang yang mengikuti langkah ini. Karena madrasah yang ramah anak adalah fondasi bagi generasi Qur’ani yang kuat dan berakhlak,’’ terangnya
Selain deklarasi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan madrasah, yang disampaikan Umi Mahmudah, fasilitator nasional SRA.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara guru, siswa, dan orang tua dalam mewujudkan madrasah yang bebas kekerasan, baik fisik, psikis, maupun verbal.
(wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto