Radarjombang.id - Tim dosen Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng memberikan pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi smart farming kepada petani Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh di Balai Desa Sumbersari, Rabu (3/9/2025).
Fokusnya, penerapan teknologi pertanian cerdas dalam budidaya melon hidroponik di green house. Tim meliputi Ahmad Heru Mujianto SKom MKom (ketua), Basuki ST MT, dan Imam Sopingi SHI MSy. Serta mahasiswa Danang Rifki Amruli, Miftakhul Mubarokah, dan Kamil Fatur Rahman.
Ini bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2025.
Tujuan utamanya, mengembangkan teknik budidaya melon yang adaptif terhadap perubahan cuaca.
Menjaga kualitas panen, mengendalikan hama secara terpadu, sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi petani.
Ketua tim, Ahmad Heru Mujianto, menyatakan, kegiatan PKM ini menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.
’’Saya berharap hasil dari PKM ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani di Desa Sumbersari. Teknologi pertanian cerdas yang kami terapkan semoga bisa diadopsi oleh para petani untuk meningkatkan kualitas pertanian sekaligus perekonomian mereka,’’ terangnya.
Smart farming diterapkan melalui sistem green house yang meminimalkan serangan hama dan penyakit. Tidak bergantung pada kondisi cuaca.
Serta memungkinkan produksi sepanjang tahun. Sistem ini juga didukung teknologi Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengontrol suhu, kelembaban, penyiraman, dan pemberian nutrisi secara otomatis. Energi listriknya bersumber dari panel surya.
Kepala Desa Sumbersari, Hariyanto, mengapresiasi kegiatan tersebut. ’’Teknologi seperti inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya para petani.
Dengan penerapan teknologi pertanian, saya berharap generasi muda bisa lebih tertarik untuk berkontribusi di bidang pertanian. Selama ini, banyak pemuda yang enggan bertani dan lebih memilih bekerja di kota,’’ ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Desa Sumbersari, Puliyono, juga menyampaikan dukungan.
’’Kegiatan PKM yang dilakukan tim dosen UNHASY sangat positif dan bermanfaat bagi para petani. Harapan kami ke depan, teknologi pertanian modern ini bisa kami terapkan tidak hanya pada melon, tetapi juga pada berbagai jenis tanaman lainnya,’’ katanya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto