Radarjombang.id – SDN Bugasurkedaleman 2 Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang tahun ini mendapat kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 510.314.000 untuk perbaikan sarana prasarana.
Pembangunan dan rehab ditargetkan selesai pada pertengahan Desember mendatang.
’’Kami mengajukan di dapodik (data pokok pendidikan) 2024. Kami sertai dengan proposal ke dinas, alhamudlillah tahun ini dapat rehab dan pembangunan,’’ kata Kepala SDN Bugasurkedaleman 2, Erni Krisnawati, kemarin.
Proses pembangunan berlangsung selama 120 hari, dimulai pada 13 Agustus. SDN Bugasurkedaleman 2 mendapatkan pembangunan UKS, rehab dua ruang kelas, rehab toilet lama, dan pembangunan toilet baru sebanyak lima bilik.
Dari total anggaran Rp 510 juta, dicairkan dua termin. Termin satu sebanyak 70 persen diawal dan sisanya setelah progres pekerjaan mencapai 50 persen.
’’Kondisi sekolah memang sudah mendesak untuk diperbaiki,’’ ucapnya. Beberapa ruang kelas mengalami kerusakan parah hingga harus dikosongkan karena kuda-kuda dan kusennya lapuk. Begitu juga toilet lama yang tidak layak pakai untuk menampung 80 siswa.
’’Pengosongan ruang dilakukan demi keamanan siswa. Jadi pembangunan baru ini sangat dibutuhkan,’’ tambahnya.
Proyek pembangunan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat. Mulai dari tukang hingga pekerja, dan didampingi fasilitator dari Poltek Malang. ’’Kinerja masyarakat sangat bagus dan dukungan penuh diberikan. Dengan swakelola, sekolah lebih nyaman karena bisa mengatur dan mengelola sesuai kebutuhan,’’ ujar Erni.
Pengawasan juga terus dilakukan oleh fasilitator Poltek Malang bersama dinas pendidikan dan kebudayaan Jombang. Namun, dinas tidak terlibat langsung dalam teknis pengerjaan, hanya memastikan pelaksanaan berjalan sesuai aturan.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, mengatakan, revitalisasi SD sudah berjalan. Semua diberi waktu 120 hari kalender terhitung sejak hari pertama pengerjaan. Seluruhnya harus tuntas pada Desember 2025.
’’Revitalisasi ini semuanya dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar. Nilainya berbeda-beda di tiap sekolah, tergantung jenis pekerjaannya,’’ ujarnya, Jumat (29/8).
Total anggaran yang digelontorkan APBN untuk rehab 14 SD di Jombang Rp 7,8 miliar diberikan kepada 14 sekolah.
Rinciannya, SDN Puton, SDN Karangan 2, SDN Wonomerto 1, SDN Darurejo 1, SDN Mojotrisno dan SDN Keplaksari. SDN Kedungdowo, SDN Bugasurkedaleman 2, SDN Badang 2, SDN Bareng 5, SDN Watudakon, SDN Wuluh 1, SDN Jogoloyo, dan SDN Jombang 2.
Meski dikerjakan swakelola, panitia harus memberikan papan pengumuman rehab dengan jelas. Mulai dari nama program, nilai bantuan, sumber dana, jenis kegiatan, juga waktu pengerjaan. ’’Wajib disediakan papan pengumuman untuk ditunjukkan kepada masyarakat,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto