Radarjombang.id - Revitalisasi SMP negeri yang sudah berjalan sejak awal Agustus sampai awal September belum sampai 50 persen. Sebab belum ada pengajuan pencairan anggaran termin dua.
’’Detail satu per satu saya tidak hafal, yang pasti seluruhnya belum 50 persen,’’ kata Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Indah Rochani, (2/9).
Proyek yang kini berjalan di delapan SMP tersebut dikerjakan swakelola. Nilainya beragam, bentuk pekerjaannya juga beragam. Ada yang pembangunan, ada juga yang rehab. Total seluruh anggaran yang digelontorlan Rp 12 miliar.
Anggaran masing-masing sekolah sudah dicairkan 70 persen. Uang tersebut dikelola sendiri oleh bendahara yang merupakan guru aparatur sipil negara (ASN). Setelah pekerjaan capai 50 persen, maka sisa anggaran akan dicairkan ditermin kedua.
Hingga kemarin, Indah belum menerima laporan guna pengajuan pencairan termin kedua. Sehingga ia memastikan, pekerjaan di lapangan belum mencapai 50 persen.
Ada delapan SMP yang menerima program revitalisasi. SMPN 3 Jombang, SMPN 2 Jogoroto, SMPN 2 Wonosalam dan SMPN 2 Bareng. SMPN 1 Mojowarno, SMPN 3 Mojoagung, SMPN 2 Megaluh dan SMPN Ngusikan.
Yang sudah hampir selesai dan diatas 70 persen, SMPN 1 Jombang dan SMPN 4 Jombang. ’’SMPN 1 dan SMPN 4 Jombang sudah hampir selesai, sudah lebih dari 70 persen. Yang SMPN 2 Diwek sekitar 40 persen, karena baru dimulai,’’ kata Indah.
Targetnya, awal November rehab di SMPN 1 Jombang dan SMPN 4 Jombang sudah tuntas. ’’Mudah-mudahan semua selesai tepat waktu,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto