Radarjombang.id - SMK Tamansiswa Mojoagung memiliki dua konsentrasi keahlian, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).
Lembaga pendidikan yang berdiri sejak tahun 2004 tersebut mengusung pola asuh pendidikan ala Ki Hajar Dewantara.
Sekolah tersebut merupakan organisasi pendidikan yang didirikan oleh pahlawan nasional bidang pendidikan itu sendiri.
Mengedepankan sisi disiplin dan religius, SMK Tamansiswa Mojoagung dapat terus eksis dan tetap mendapat tempat di hati masyarakat.
’’Hal ini terbukti dengan tingginya kepercayaan masyarakat kepada kami.
Total ada 883 peserta didik pada tahun ajaran 2025/2026, karena anak-anak ingin cepat mendapatkan pekerjaan,’’ kata Kepala SMK Tamansiswa Mojoagung, Ki Agus Setiawan SPd MPd.
Dalam proses penyaluran kerja, SMK Tamansiswa Mojoagung memiliki Bursa Kerja Khusus (KKK) aktif yang telah bekerjasama dengan lebih dari 50 perusahaan, baik lokal, nasional dan internasional.
’’Terjalinnya kerjasama dengan berbagai macam industri lebih memudahkan kami dalam mengantarkan alumnus maupun murid kelas XII yang telah memenuhi kriteria kerja menuju ke dunia kerja,’’ tandas Ki Agus.
Sehari-hari, di lingkungan sekolah diterapkan beberapa pembiasaan. Di antaranya, Gerakan Rapi Diri (GERADI) serta pembiasaan keagamaan berupa istighotsah Jumat pagi dan salat berjamaah.
’’Seluruh siswa diwajibkan untuk menerapkan budaya industri di sekolah. Kami juga meniadakan hukuman fisik dan menggantinya dengan hukuman salat,’’ terang Ki Agus.
Dalam mengimplementasikan budaya industri R5 (Rapi, Resik, Ringkas, Rawat, dan Rajin), sekolah menerapkan proses pembiasaan diri dengan GERADI yang diterapkan dalam berbagai kegiatan di dalam dan di luar sekolah.
Pembiasaan di lingkungan sekolah terlihat setiap pagi. Seluruh civitas sekolah secara sadar merapikan kendaraan pribadi yang terparkir di area parkir sesuai dengan tempat yang disediakan.
Sedangkan salah satu budaya hidup bersih dan rapi di luar sekolah tercermin dalam kegiatan beberapa waktu lalu. Tepatnya di turnamen bola voli Bupati Cup 2025 yang diselenggarakan di GOR Merdeka Jombang.
Keberhasilan tim bola voli SMK Tamansiswa Mojoagung merebut juara 3 dibarengi dengan aksi heroik para pendukungnya. Suporter yang mengatasnamakan Thamsies Zero Six menerapkan budaya industri ’Bersih’.
Para suporter SMK Tamansiswa Mojoagung dengan bangga membersihkan area tribun penonton GOR Merdeka Jombang sebagai wujud kepedulian lingkungan.
’’Mereka melakukan hal ini dengan sukarela tanpa ada paksaan dan instruksi, karena hal ini sudah kami terapkan di sekolah dan sudah jadi budaya kami,’’ tegas Ki Agus. (dwi/jif)
Editor : Anggi Fridianto