RadarJombang.id – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/MA yang dijadwalkan pada 1–9 November 2025 mendatang, sekolah-sekolah di Kabupaten Jombang diminta segera melengkapi sarana prasarana.
Hal ini penting karena seluruh rangkaian TKA akan dilakukan berbasis komputer.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Pinky Hidayati, menegaskan kesiapan sekolah sangat menentukan kelancaran pelaksanaan ujian.
’’Guna kelancaran TKA, kami mengimbau kepala sekolah agar bersiap-siap terutama soal sarana prasarana,’’ ujarnya, Jumat (15/8).
Baca Juga: ANBK Hari Pertama di Jombang Lancar: Pengawas Gunakan Sistem Silang Awasi Ujian
Menurut Pinky, kebutuhan sarana TKA jauh lebih besar dibandingkan dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Pada ANBK, peserta hanya 45 siswa yang dipilih secara acak. Sedangkan pada TKA, seluruh siswa kelas 12 akan ikut serta.
’’Jumlah peserta jelas lebih banyak dari ANBK, sehingga persiapan perangkat komputer dan jaringan harus benar-benar matang,’’ jelasnya.
Meski demikian, Pinky mengaku hingga kini masih menunggu pedoman teknis dan petunjuk resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga: Siap-siap! Siswa Jenjang SLTA di Jombang Bakal Ikuti TKA dengan 19 Mapel Pilihan
Beberapa hal seperti teknis pelaksanaan di lapangan hingga kemungkinan adanya pembinaan materi masih belum dipastikan.
’’Kita masih menunggu pedoman teknis dan rapat khusus terkait TKA. Belum ada kepastian terkait detail teknis maupun bentuk pembinaan yang diperlukan,’’ katanya.
Berdasarkan jadwal, TKA akan diikuti seluruh siswa kelas 12 dari SMA, SMK, maupun MA.
Ada tiga mata pelajaran wajib yang diujikan, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Selain itu, siswa harus memilih dua mata pelajaran tambahan dari total 19 pilihan yang tersedia.
Daftar mata pelajaran pilihan cukup beragam, antara lain Matematika lanjutan, Bahasa Indonesia lanjutan, Bahasa Inggris lanjutan, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, Antropologi, PPKN, serta sejumlah bahasa asing seperti Bahasa Arab, Jerman, Prancis, Jepang, Korea, dan Mandarin.
Selain itu juga terdapat mata pelajaran Produk/Project Kreatif dan Kewirausahaan.
Ketentuannya, siswa SMA dapat memilih dua mata pelajaran tambahan kecuali project kewirausahaan.
Baca Juga: Aturan Baru! Dinas P dan K Jombang Wajibkan Siswa SMP Ikuti TKA, Ini Tujuannya
Sedangkan siswa SMK diwajibkan memilih project kewirausahaan dan satu mata pelajaran tambahan lainnya.
Bentuk soal yang akan diberikan meliputi pilihan ganda serta pilihan ganda kompleks.
Lebih lanjut, Pinky menjelaskan bahwa hasil TKA tidak akan digunakan sebagai penentu kelulusan seperti ujian nasional di masa lalu.
Namun, nilai TKA tetap penting karena menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.
Baca Juga: Kemenag Tetapkan TKA Wajib, Bagi MI, MTs dan MA di Jombang
’’TKA ini bukan penentu kelulusan, tetapi kami mendorong siswa untuk ikut dengan serius karena hasilnya penting sebagai ukuran kemampuan akademik, terutama bagi yang akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi,’’ tandasnya.
Dengan waktu persiapan yang tinggal beberapa bulan, sekolah di Jombang diharapkan segera melakukan pengecekan ketersediaan komputer, jaringan internet, serta sarana penunjang lainnya agar pelaksanaan TKA berjalan lancar dan tanpa hambatan. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW