Radarjombang.id - Balai Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, mendadak ramai dan penuh semangat pada Sabtu (2/08) dan Minggu (3/08).
Puluhan warga, mulai dari ibu-ibu PKK, karang taruna, hingga ibu rumah tangga, berkumpul mengikuti pelatihan mengolah porang menjadi mie dan bakso sehat.
Kegiatan ini digelar untuk memanfaatkan potensi porang yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan ekspor mentah. Dengan sentuhan kreatif, porang diolah menjadi makanan lezat, bernilai gizi tinggi, dan punya peluang besar untuk dipasarkan.
Sebelum melakukan pelatihan, para mahasiswa PMM dari Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 283 yang dibimbing oleh Yaris Adhial Fajrin, S.H., M.H., menjelaskan bahwa porang mengandung glukomanan yang tinggi serat, rendah kalori, serta cocok untuk program diet.
Selain sehat, porang juga bisa diolah jadi berbagai produk unik. Kalau dipasarkan dengan kemasan yang menarik, nilai jualnya bisa tinggi.
Instruktur pelatihan, Muhammad Yajid membimbing para peserta yang terlihat antusias untuk mencoba langsung proses pengolahan mie maupun bakso dari olahan porang.
Mereka belajar menggiling porang, mencampur adonan, hingga membentuk mie dan bakso siap masak.
Ada yang tertawa saat beberapa peserta mencoba membulat-bulatkan bakso yang harus memiliki keandalan saat pencetakan dan memasukannya ke air panas.
Namun beberapa bakso memiliki bentuk yang tidak sama atau bahkan tidak bulat sempurna.
Titik Suhartinik, salah satu ibu rumah tangga peserta pelatihan dan juga ketua PKK Desa Karangpakis, mengaku senang mendapat keterampilan baru.
“Biasanya saya cuma masak mie instan untuk keluarga. Sekarang bisa bikin mie sendiri dari porang, lebih sehat dan bisa jadi peluang usaha,” katanya sambil menunjukkan hasil kreasinya.
Sementara itu, perwakilan PKK, Vinda Antika, melihat peluang usaha yang menjanjikan.
“Kalau dikembangkan bersama, produk olahan porang ini bisa jadi ikon desa. Kita bisa pasarkan di media sosial atau pameran UMKM, dan menjadi salah satu ide olahan untuk kegiatan Posyandu,” ujarnya optimistis.
Kepala Desa Karangpakis, Joko Risdianto, S.E., berharap pelatihan ini menjadi awal terbentuknya kelompok usaha bersama.
“Warga di sini kreatif, tinggal diberi sedikit dorongan dan pendampingan. Saya yakin Karangpakis bisa jadi sentra olahan porang di Jombang,” tegasnya.
Dengan semangat gotong royong, kreativitas warga, dan dukungan pemerintah desa, porang di Karangpakis tak lagi sekadar komoditas mentah. Kini, ia berubah menjadi mie dan bakso sehat yang siap merambah pasar lokal hingga online. (ang)
Editor : Anggi Fridianto