Radarjombang.id - Pemkab Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang terus berupaya menuntaskan masalah banjir menahun di sejumlah sungai di Jombang.
Salah satunya, dengan melakukan normalisasi saluran buang atau Afvour Watudakon di Kecamatan Kesamben.
’’Kegiatan ini merupakan tindakan lanjutan dari kegiatan yang sebelumnya dilakukan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Brantas, dan sudah berlangsung sejak lebih dari tiga pekan ini,’’ kata Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi, kemarin (29/7).
Dinas PUPR tahun ini menaruh perhatian besar pada Afvour Watudakon.
Selain sebagai salah satu sungai besar, saluran buang ini juga merupakan anak sungai brantas dan salah satu sistem pengairan utama di Jombang.
Terlebih, saluran air ini juga nyaris setiap tahun jadi penyebab utama banjir di sejumlah wilayah di Kecamatan Kesamben.
’’Karena itu, saat ada kesempatan menyampaikan ke BBWS Brantas selaku pemilik wewenang sungai tersebut, kami langsung laksanakan. Dan ketika kegiatannya bisa dilakukan kolaboratif kami juga ikut,’’ imbuhnya.
Upaya normalisasi dilakukan dengan melakukan pengerukan pada bagian utama sungai untuk memperluas penampang air. Hal itu dilakukan untuk membuat daya tampung air di saluran itu kembali optimal.
Dinas PUPR juga menggunakan material kerukan untuk memperkuat dan menebalkan tanggul di sisi kiri dan kanan sungai. Hal itu dilakukan untuk mencegah erosi dan air meluber.
’’Di beberapa titik, kemarin juga ada permintaan untuk melakukan penanganan tanggul dengan trucuk dan gedeg guling. Ini masih kami kirim materialnya untuk dilaksanakan,’’ paparnya.
Bayu juga memastikan, upaya normalisasi masih akan terus dilakukan hingga beberapa pekan ke depan.
Rencananya, dari titik awalnya di Desa Watudakon, normalisasi saluran akan dilaksanakan hingga lebih dari satu kilometer.
’’Targetnya sesuai ketersediaan material dan kekuatan saja. Namun estimasi kita nanti sepanjang 1,5 kilometer dari sungai Desa Watudakon,” pungkasnya. (riz/jif)
Editor : Anggi Fridianto