Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Selamat! 245 Guru PAI di Jombang Bakal Jalani PPG

Wenny Rosalina • Selasa, 29 Juli 2025 | 13:18 WIB
TERAMPIL: Romadhon Rosidi, guru PAI SDN Sugihwaras 1 Kecamatan Ngoro saat mengajar di kelas, kemarin.
TERAMPIL: Romadhon Rosidi, guru PAI SDN Sugihwaras 1 Kecamatan Ngoro saat mengajar di kelas, kemarin.

Radarjombang.id – Sebanyak 245 guru pendidikan agama Islam (PAI) bakal mengikuti pendidikan profesi guru (PPG) gelombang kedua 2025 yang bakal dimulai 1 September.

Hanya tersisa tujuh guru yang belum terpanggil untuk mengikuti PPG.

Sebanyak 25 guru PAI sudah lulus PPG pada gelombang pertama 2025.

’’Rincian 245 yang terpanggil mengikuti PPG ini, enam guru PAI TK, 197 guru PAI SD, 39 guru PAI SMP, dua guru PAI SMA dan satu guru PAI SMK,’’  kata Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kemenag Jombang, Syaiful Bahri, kemarin.

Semua guru itu sebelumnya telah mendaftarkan diri. ’’Dulu guru yang terpanggil harus lulus pre tes dulu, sekarang tidak. Semua guru bisa mendaftar kalau memenuhi syarat,’’ terangnya.

Syarat untuk mendaftar yakni terdaftar sebagai guru PAI dalam sistem informasi dan administrasi guru agama (SIAGA) pada tahun pelajaran 2023/2024. Guru yang diangkat sebagai pendidik paling lambat 30 Juni 2023. Belum punya sertifikat pendidik PAI maupun rumpun PAI. Serta belum mencapai batas usia pensiun.

Guru PAI yang sudah mengantongi sertifikat pendidik ada 538. Sebanyak 346 di antaranya aparatur sipil negara (ASN) dan 192 lainnya non ASN.

Romadhon Rosidi, guru PAI yang mengajar di SDN Sugihwaras 1 Kecamatan Ngoro merupakan salah satu guru yang bakal menjalani PPG tahun ini. Hingga kemarin ia mengaku belum tahu, dimana kampus tempatnya menempuh pendidikan nanti.

’’Masih menunggu LPTK (Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan) penyelenggara PPG,’’ katanya.

PPG merupakan gerbang menuju guru yang sejahtera. Sebab, melalui sertifikat pendidik, ia bakal menerima tunjangan profesi guru.

Romadhon merupakan guru tidak tetap (GTT) yang bertugas mulai 2016. Dia sudah lulus pre tes PPG sejak 2022 namun belum terpanggil. Lima kali ikut seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) gagal, tiga kali seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) belum berhasil. (wen/jif)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #guru pai #Kemenag Jombang #PPG