Radarjombang.id - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP negeri di Kabupaten Jombang tuntas.
Sebanyak 226 bangku dari total 13 SMP masih kosong. Salah satu faktornya karena banyak siswa yang tak melakukan daftar ulang hingga ditutup, Sabtu (5/7) lalu.
Kasi Peserta didik dan pembangunan karakter SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Iswahyudi menyampaikan, daftar ulang SPMB jenjang SPM negeri telah berakhir.
”Yang tidak melakukan daftar ulang hingga pukul Sabtu (5/7) 15.00 WIB dinyatakan mengundurkan diri,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Ia menyampaikan, ada delapan siswa yang tidak melakukan daftar ulang. Rinciannya, dua dari SMPN 2 Mojowarno, dua dari SMPN 2 Megaluh, dan masing-masing satu di SMPN 3 Mojoagung, SMPN 2 Perak, SMPN 2 Bareng dan SMPN 1 Plandaan.
Delapan siswa yang tidak melakukan daftar ulang tersebut menambah jumlah bangku kosong jenjang SMP, yang sebelumnya 218 kini menjadi 226 yang masing kosong. Namun Dinas P dan K memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengisi kekosongan itu dengan melakukan pendaftaran secara offline.
Hingga kini, tercatat total masih ada 13 SMP negeri yang masih kekurangan siswa. Yaitu SMPN 2 Mojowarno kurang 2 siswa, SMPN 2 Kabuh kurang satu siswa, SMPN 2 Gudo kurang 2 siswa, SMPN 3 Mojoagung kurang 3 Siswa, SMPN 2 Megaluh kurang 15 siswa, SMPN 2 Perak kurang 7 siswa, SMPN 2 Bareng kurang 14 siswa, SMPN 2 Plandaan kurang 17 siswa, SMPN 3 Plandaan kurang 18 siswa, SMPN 1 Plandaan kurang 30 siswa, SMPN 3 Kabuh kurang 32 siswa, SMPN 2 Wonosalam kurang 39 siswa, dan SMPN 1 Megaluh yang terbanyak, yaitu kekurangan 46 siswa.
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah bangku kosong tahun ini lebih banyak. Tahun lalu jumlah bangku kosong hanya 132 saja.
”Kalau ada yang mau mendaftar offline pendaftaran ditutup sampai tahun pelajaran baru dimulai yaitu 14 Juli,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto