Radarjombang.id - Winda Purwati SPd merupakan salah satu guru berprestasi MTsN 10 Jombang.
Salah satu prestasinya, yakni meraih juara favorit pada lomba video profil madrasah yang diadakan Kantor Kemenag Kabupaten Jombang.
”Suka edit-edit video saja, belajar otodidak, pakai aplikasi yang ringan-ringan saja,” kata Winda.
Winda merupakan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ia juga mendapatkan tugas tambahan sebagai staf waka kurikulum MTsN 10 Jombang.
Kepiawaiannya mengedit video membuatnya juga dipercaya sebagai pembimbing lomba vlog siswa.
”Alhamdulillah di anak-anak juga juara dalam lomba vlog yang diadakan MAN 6 Jombang,” ungkapnya.
Winda baru sekitar setahun bertugas MTsN 10 Jombang. Sebelumnya ia bertugas di MTsN 3 Tulungagung. ”Cukup lama saya di Tulungagung, hampir lima tahun,” terangnya.
Ia lahir dan besar di Jombang. Winda memulai pendidikan dasarnya di MI Mu’awanah Al Hasyimiyah Mojoagung, kemudian melanjutkan di SMP Mu’awanah Al Hasyimiyah Mojoagung. Setelahnya melanjutkan ke SMKN Mojoagung jurusan Administrasi Perkantoran.
Setelah lulus SMK, ia berkeinginan langsung bekerja. Namun orang tuanya yang memiliki latar belakang sebagai guru mendorong Winda melanjutkan pendidikannya agar jadi guru.
”Awalnya sedikit terpaksa, eh alhamdulillah memang rezekinya di guru,” jelasnya.
Ia akhirnya mendaftar kuliah di STKIP PGRI Jombang (sekarang Universitas PGRI, Red) jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia.
Belum lulus kuliah, pada tahun 2011, ia mendapat kesempatan mengajar di MI Mu’awanah Al Hasyimiyah Mojoagung, tempatnya menimba ilmu dulu. Ia hanya mengambil beberapa jam mengajar karena harus membagi waktu dengan tugas kuliah.
Baru setelah lulus pada 2013, ia mengajar penuh. Selanjutnya pada 2018, ia mencoba peruntungan mengikuti tes CPNS.
Satu kali mencoba ia langsung diterima. ”Penempatan awalnya di MTsN 3 Tulungagung, penempatan mulai 2019 sampai 2024,” terangnya.
Saat itu, anak dan suaminya juga ikut boyongan ke Kabupaten Tulungagung. ”Awal-awal ya ada rasa sedih, yang selama ini tidak pernah jauh dari orang tua kemudian jauh.
Di Tulungagung tidak kenal siapa-siapa, tidak ada saudara, teman-teman semuanya baru,” ungkapnya. Winda cepat beradaptasi dan perlahan sudah memiliki banyak teman bahkan terasa seperti saudara sendiri.
”Kalau liburan saya masih sering ke Tulungagung. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto