Radarjombang.id - Kuota jalur afirmasi pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SMA tahun ini 30 persen atau lebih banyak daripada 2024 lalu hanya 15 persen.
Termasuk ada kuota khusus bagi siswa dengan nilai akademik minimal 90 bisa daftar melalui jalur afirmasi, dengan kuota tujuh persen.
”Tahun lalu kuota jalur afirmasi hanya 15 persen untuk siswa keluarga ekonomi tidak mampu, anak buruh dan siswa disabilitas saja,” jelas Kasi Pendidikan SMA dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Asijah.
Sedangkan tahun ini, jalur afirmasi memiliki kuota 30 persen.
Rinciannya, 13 persen untuk keluarga ekonomi tidak mampu dan afirmasi pendidikan menengah (ADEM).
Tujuh persen untuk afirmasi nilai akademik keluarga tidak mampu. Lima persen untuk jalur afirmasi anak buruh dari keluarga ekonomi tidak mampu. Dan lima persen untuk siswa penyandang disabilitas.
Siswa yang memiliki nilai akademik tinggi minimal 90 dapat mendaftar melalui jalur afirmasi prestasi nilai akademik.
Nilai 90 merupakan gabungan dari nilai rata-rata rapor yang memiliki bobot 60 persen. Dan juga nilai indeks sekolah asal sebanyak 40 persen.
”Nilai indeks sekolah dapat dilihat di sistem SPMB atau bisa juga ditanyakan ke sekolah asal,” jelasnya.
Sementara jika pendaftar nilainya tidak mencapai 90, maka dapat mendaftar afirmasi lain.
Syarat utamanya adalah sebagai penerima PIP (Program Indonesia Pintar), PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai).
Bantuan sosial tunai, atau bantuan lain yang diberikan pemerintah. Hanya saja KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan surat keterangan tidak mampu tidak boleh dipakai untuk jalur afirmasi.
Sedangkan jika mendaftar melalui jalur afirmasi anak buruh, maka harus dibuktikan dengan keterangan atau tanda anggota asosiasi buruh.
Jika hingga SPMB jalur afirmasi ditutup namun kuota masih tersisa, maka sisa kuota bakal dialihkan ke jalur prestasi hasil lomba.
Soal pagu setiap sekolah sampai saat ini Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang belum mengumumkan.
Pihaknya menunggu pengumuman resmi dari provinsi. ”Kemarin tim kami sudah rapat, hanya saja untuk pagu termasuk penetapan rayon kami menunggu rilis resmi dari provinsi,” pungkasnya. (wen/fid)
Editor : Anggi Fridianto