JombangBanget.id – Sebanyak 24 ijazah SMA/SMK lulusan 2024 dan sebelumnya di Jombang masih berada di sekolah dan belum berhasil didistribusikan.
Itu setelah pencarian alamat alumni, juga kontak alumni macet. Upaya pelacakan terus dilakukan.
Total sudah 3.457 ijazah yang telah berhasil didistribusikan.
’’Alhamdulillah tersisa 24 saja, yang empat SMA yang 20 SMK,’’ kata Kasubag TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Ulil Mu’amar.
Dari 3.481 ijazah, sudah 3.457 ijazah yang berhasil diberikan.
Sementara 24 sisanya akan tetap disimpan di sekolah, sampai nanti ada alumni, orang tua atau wali yang mengambil.
Jika kontak atau alamat alumni berhasil ditemukan, maka pihak sekolah bakal langsung melakukan konfirmasi, untuk segera mengambil ijazah ke sekolah.
’’Ada beberapa yang harus diambil alumni langsung karena belum cap tiga jari,’’ jelasnya.
Sementara untuk lulusan tahun 2025, ia berharap, jika ijazah harus langsung diberikan jika telah siap didistribusikan.
Tidak perlu menunggu lama, dan tidak ada alasan untuk menahan ijazah siswa di sekolah. Karena itu merupakan hak siswa setelah menamatkan belajar tiga tahun.
Sebab, jika alumni sudah terlanjur keluar dari sekolah, baik melanjutkan pendidikan maupun bekerja, ijazah akan terus menumpuk dan sulit untuk pendistribusian seperti sebelumnya.
’’Mumpung alumni belum banyak yang keluar kota untuk bekerja atau study, segera dibagikan, tidak perlu menunggu berlama-lama,’’ tegasnya.
Tahun ini ijazah SMA/SMK akan berbentuk e ijazah.
Namun siswa akan tetap menerima ijazah dalam bentuk fisik yang telah dicetak secara masal menggunakan kertas hingga jenis tinta yang telah disepakati oleh musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA dan SMK.
Hanya saja, nanti ijazah siswa tidak berbentuk tulisan tangan seperti sebelumnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto