RABU (30/4) di SDI Tebuireng Ir Soedigno, Kecamatan Kesamben, Ustadah Millatur Rosyidah menyampaikan pentingnya ilmu yang bermanfaat.
’’Al ilmu bila amalin kassajari bi la tsamarin, ilmu yang tidak dipraktikkkan seperti pohon yang tidak berbuah,’’ tuturnya.
Ada dua faktor yang menyebabkan ilmu bermanfaat. Pertama internal yaitu dari orang itu sendiri.
Apakah dia mau mengaplikasikan ilmu atau teori yang didapat. Kedua eksternal, yaitu rida guru dan rida orang tua serta adab terhadap sesama.
Harus ada dua sinyal yang berkesinambungan yakni rida guru dan rida orang tua.
Ilmu seseorang dikatakan bermanfaat minimal ketika ilmu bisa menuntun orang itu sendiri.
Atau bisa membuatnya menjadi lebih baik dari dirinya di masa lalu. Selain ikhtiar dengan belajar, jangan lupa juga ikhtiar dengan tirakat dan berdoa.
Ada pepatah yang mengatakan: Semakin banyak ilmu yang dipunyai oleh seseorang, maka dia akan merasa semakin bodoh.
Jadi ketika sudah pintar, kita dianjurkan untuk bersikap rendah hati dan tidak sombong.
Oleh Muhammad Adhyastha Alexy Hakim, Kelas VI Al Haitsami SDI Tebuireng Ir Soedigno di Kecamatan Kesamben, Jombang
Editor : Anggi Fridianto