Radarjombang.id - Sebanyak 91 siswa MAN 4 Jombang dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) jalur prestasi.
Selain itu, 30 siswa juga dalam proses diterima di sejumlah PTN yang bekerjasama dengan MAN 4 Jombang.
Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), ada 48 siswa yang lulus, sedangkan di jalur SPAN PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) ada 43 siswa yang diterima.
”Kami juga menjalin kerjaama dengan UINSA, UIN Maliki, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Walisongo, Insya Allah ada tambahan 30 siswa yang mendapatkan golden ticket di tiga PTN tersebut,” jelasnya.
Sebagian besar siswa juga masih berusaha untuk menembus PTN jalur SNBT (seleksi nasional berbasis test) dan UMPTKIN (ujian masuk PTKIN).
Tidak hanya eksis di dalam negeri, siswa MAN 4 Jombang juga eksis di perguruan tinggi luar negeri.
Setiap tahun ada tiga hingga empat siswa yang diterima di Universitas Al Azhar Kairo Mesir.
”Tahun ini kami belum tau, karena di Al Azhar tidak bisa langsung masuk tahun ini, biasanya baru bisa masuk tahun depan, setiap tahun ada 3-4 siswa utamanya lulusan PK (program keagamaan), tahun lalu juga ada yang di Jerman dan di Amerika,” ungkapnya.
Drs M Zainul Ansori MSi, wakil ketua Program Pendidikan Terapan Bidang TIK ITS Surabaya berharap, siswa MAN 4 Jombang terus melanjutkan hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
”IT merupakan kunci untuk membuka pintu masa depan, ini bukan akhir perjalanan, justru ini adalah awal perjalanan yang sesungguhnya,” jelas Zainul Ansori.
KH Abdussalam Shohib, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang, berharap siswa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi untuk memperkaya ilmu.
Menurutnya, nikmat diatas nikmat adalah melihat anak dan siswa sukses. Baginya kesuksesan tidak hanya diukur dalam tingginya gaji yang didapatkan.
Tapi kebermanfaatan ilmu di tengah masyarakat. "Kami bangga dengan santri yang hikmah kepada masyarakat, dengan menjadi guru diniyah, jadi guru TPQ atau jadi kyai kampung, bangganya tak kalah dengan santri yang jadi profesor," jelasnya.
Ia juga meminta agar siswa terus menuntut ilmu.
Baik yang ditempuh secara formal maupun non formal.
"Tidak boleh jeda waktu dari tolabul ilmi, jangan pernah lupa untuk selalu berjuang meningkatkan kualitas," pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto