RadarJombang.id – Tiga jabatan kepala sekolah jenjang SMA/SMK di Jombang masih kosong.
Meski demikian, hingga kini belum jelas kapan pengisian kepala sekolah untuk SMA dan SMK di Jombang itu akan dilakukan.
Hal itu diungkap Plt Kacabdindik Jatim Wilayah Kabupaten Jombang, Ewi Dwi Widajanti.
Pihaknya menyampaikan, hingga kini belum ada kepastian kapan promosi kepala sekolah bakal dilakukan.
Ia juga tak berani memperkirakan sebelum ada undangan resmi untuk pelantikan. ”Kita tidak tahu kapan, menunggu kabar yang pasti saja, yaitu undangan pelantikan,” katanya.
Tiga jabatan kepada sekolah yang purna tugas tersebut kini dijabat Plt (pelaksana tugas).
Masing-masing adalah:
1. SMAN Ploso, dipimpin Ba’i sebagai Plt, yang juga kepala SMAN Kabuh.
2. SMKN Gudo dipimpin Mualim sebagai Plt yang juga kepala SMAN Jogoroto
3. SMKN 1 Jombang dipimpin Abdul Muntolib sebagai Plt yang juga kepala SMKN 2 Jombang.
Evi menyebut, ada 40 guru PNS yang berstatus guru penggerak yang memiliki kesempatan menjadi kepala sekolah. Lima diantaranya telah diangkat menjadi pengawas Jumat (7/3) lalu.
”Tersisa 35 guru penggerak PNS, mereka memiliki kesempatan menjadi pengawas atau kepala sekolah,” ungkapnya.
Kekosongan tersebut salah satunya berdampak pada ijazah siswa pada kelulusan mendatang. Jika tidak segera diisi, maka ijazah siswa menggunakan tanda tangan Plt.
”Ya semoga saja segera ada pelantikan kepala sekolah definitif, sehingga pas kelulusan nanti sudah ada kepala sekolah definitif,” harapnya.
Namun ia memastikan, jika Plt diperbolehkan menandatangani ijazah selama belum ada kepala sekolah definitif. Hal itu juga tidak mempengaruhi keabsahan ijazah.
”Plt bisa menandatangani ijazah, dan itu tidak mempengaruhi keabsahan ijazah, tetap sah sama seperti ijazah yang ditandatangani kepala sekolah,” pungkasnya. (wen/ang)
Editor : Achmad RW