RadarJombang.id – Puluhan siswa SD Negeri di Kecamatan Kesamben Jombang dilaporkan mengalami keracunan massal.
Puluhan siswa SDN Wuluh 1 Kecamatan Kesamben Jombang itu, mengeluhkan mual hingga diare usai mengkonsumsi makanan instan.
Empat siswa, hingga kini masih dirawat di klinik dan puskesmas terdekat.
Dari data yang dihimpun, keracunan massal itu berlangsung pada Selasa (18/2) malam.
”Keluhan mulai ada pada selasa malam, ya indikasinya mulai makan makanan itu sejak selasa pagi,” kata Fredy Sapurtra Plt Kepala SDN Wuluh 1 Kecamatan Kesamben.
Keluhan itu, awalnya hanya disampaikan satu orang tua siswa kelas 1.
Namun hingga Rabu pagi, makin banyak walimurid yang mengeluhkan keracunan itu dengan jumlah siswa yang terus bertambah.
"Total ada 45 siswa yang mengeluhkan hal yang sama," rincinya.
45 siswa tersebut mengeluhkan mual, muntah, pusing hingga diare setelah memakan crab stick dan stick tofu yang dibeli pada seorang pedagang jajanan yang berjualan di sekitar sekolah.
”Bukan jajan yang dijual di kantin sekolah, dulu itu kan sempat pedagang dilarang jualan di lingkungan sekolah, sekarang banyak sekali yang jual jajanan di luar sekolah, dan anak-anak sering beli di sana juga,” jelasnya.
Hingga Kamis (20/2), tercatat masih ada 4 siswa harus menjalani opname di Klinik Bima Medika, Puskesmas Sumobito dan Puskesmas Kesamben.
Rinciannya satu siswa kelas 1, dua siswa kelas 2, dan satu siswa kelas 6.
Menindaklanjuti kejadian itu, SDN Wuluh 1 Kecamatan Kesamben langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Blimbing.
Sampel jajanan juga sudah dibawa oleh pihak puskesmas untuk dilakukan uji lab.
Sekolah belum mengambil tindakan kepada pedagang yang menjual jajanannya di sekitar sekolah, termasuk yang terindikasi menjual crab stick dan stick tofu.
”Untuk itu kami belum bisa menjawab, karena hasil lab juga belum keluar, crab stick dan stick tofu masih dibawa puskesmas untuk diuji lab,” jelasnya.
Pembelajaran Kamis (20/1) juga tidak maksimal, siswa dipulangkan lebih awal setelah memberikan imbauan kepada siswa untuk tidak jajan sembarangan di luar.
45 siswa yang keracunan sendiri juga ada yang langsung masuk sekolah, ada yang periksa ke klinik juga ada yang istirahat di rumah.
SDN Wuluh 1 juga bakal mengumpulkan semua wali murid untuk diberikan sosialisasi soal jajanan siswa dengan melibatkan puskesmas.
”Kami juga sudah menjegung empat siswa yang opname di tiga tempat tersebut, kondisinya membaik, dan wali kelas terus koordinasi dengan wali murid,” pungkasnya. (wen/riz)
Editor : Achmad RW