RadarJombang.id – Sebanyak 100 siswa SLB belajar siaga bencana di SLB Muhammadiyah Pulolor Jombang, Kamis-Jumat (13-14/2).
Siswa SLB ini, diajak antisipasi bencana banjir hingga diajarkan cara memadamkan api jika terjadi kebakaran.
’’Ini merupakan kegiatan kolaborasi antara BPBD Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Jombang,’’ kata Kasi Kesiapsiagaan BPBD Jombang dan Koordinator Pemadam Kebakaran Jombang, Syamsul Bahri.
Pelatihan siaga bencana digelar untuk memberikan pengertian kepada siswa SLB agar bisa mengenali ancaman potensi bencana ketika sedang berada di sekolah.
’’Tentu harapan kami ada pengurangan risiko bencana ketika terjadi di sekolah,’’ ungkapnya.
Ada beberapa antisipasi bencana yang diajarkan. Misalnya banjir yang biasanya menimpa SLB SLB Kademangan Mojoagung. Siswa diajarkan untuk aman dari banjir.
’’Bagaimana cara lari di jalur evakuasi, dan bagaimana menentukan titik kumpul,’’ ucapnya.
Juga ada simulasi bencana gempa bumi. Siswa diajarkan untuk menutupi kepala menggunakan tas, berlindung dibawah meja dan kursi agar tetap aman.
Serta ada simulasi bencana kebakaran. Yang paling seru, siswa mencoba langsung memadamkan api menggunakan alat sederhana seperti kain basah.
Menggunakan llat pemadam api ringan (APAR) hingga memadamkan api dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran.
’’Kami ajarkan detail bagaimana cara memegang kain basahnya, membaca arah angin, dan lainnya. Karena bencana kebakaran juga pernah terjadi di SLB Balongsari,’’ jelasnya.
Kepala SLB Muhammadiyah Jombang, Isti Fatmawati, mengatakan, kegiatan diikuti siswa dengan kategori hambatan tuna grahita ringan, tuna daksa ringan, autis, tuna netra dan yang banyak tuna rungu wicara.
’’Ada 10 sekolah yang ikut, masing-masing mengirim lima sampai delapan siswa. Ini khusus untuk jenjang SMALB, juga melibatkan guru dan kepala sekolah,’’ jelasnya.
Siswa tuna rungu juga dapat mengerti melalui bahasa isyarat yang dipraktikkan salah satu guru. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW