RadarJombang.id – Polemik antara pemerintah desa (Pemdes) Rejoagung dan SMP PGRI 2 Ngoro Jombang akhirnya menemukan titik temu.
Kedua pihak sepakat pembangunan gedung olahraga (GOR) dan kegiatan belajar mengajar tetap dilanjutkan.
’’Alhamdullilah tadi sudah ada kesepakatan bersama dan permasalahannya sudah selesai,’’ kata Kepala Desa Rejoagung, Ahmad Kasani, kemarin.
Mulai Selasa (11/2), pihaknya bersama dengan PGRI melakukan koordinasi dengan dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) dan sejumlah dinas terkait.
’’Kami kordinasi bersama dengan perwakilan PGRI Jombang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, DMPD dan Camat Ngoro,’’ ungkapnya.
Hasilnya, pembangunan GOR yang sudah direncanakan tetap dilanjutkan. Tetapi, kegiatan belajar mengajar SMP PGRI 2 Ngoro juga tetap berlangsung.
’’Kan itu ada tujuh gedung. Pembangunan GOR hanya membutuhkan tiga gedung saja. Jadi sisanya untuk kegiatan belajar mengaja,’’ bebernya.
Sedangkan untuk gedung yang rusak karena pembongkaran, pihak desa akan melakukan perbaikan.
’’Ada tembok yang putus karena pembongkaran itu, nanti akan tertutup dengan tembok GOR. Untuk atapnya kita akan kembalikan seperti semula,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DPMD Jombang, Sholahudin Hadi Sucipto, mengatakan, pihaknya sebatas menjembatani untuk mencari solusi terbaik.
Dari hasil koordinasi, sudah disepakati antara PGRI dan Pemdes Rejoagung.
’’Tadi (kemarin, Red) sudah ditanda tangani kesepakatan bersama hasil musyawarah dan koordinasi bersama,’’ ucap Sholahudin. (yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW