RadarJombang.id – Kondisi bangunan salah satu SD Negeri di pinggiran kabupaten Jombang ini sangat memprihatinkan.
SD Negeri yang dimaksud, adalah SDN Pulorejo 2 Kecamatan Ngoro Jombang.
SDN Pulorejo 2 yang merupakan sekolah adiwiyata. Ruang kelasnya juga cantik, dihiasi dengan kreativitas siswa dengan berbagai warna dari dinding hingga ke atap.
Hanya saja, ruang kelas yang ditata cantik itu tidak sebagus yang terlihat.
Atapnya rapuh, bahkan di sejumlah titik sudah ditambal sulam, bagian plafon banggu di dalam plafonnya.
Itu dilakukan agar tetap aman sementara sampai mendapatkan rehab yang besar dari dinas.
”Di sini muridnya 70 anak, jadi BOS yang untuk perbaikan juga tidak besar,” kata Kustiarin, kepala SDN Pulorejo Kecamatan Ngoro.
Dua kelas yang bakal direhab adalah ruang kelas 1 dan ruang kelas 3.
Di bagian belakang, nyaris tak ada kaca jendela yang tersisa. Kusen jendela juga sudah rapuh.
Beberapa titik ditambal menggunakan semen, ada juga yang kacanya diganti dengan plastik.
Agar tetap tampak elok, jendela yang rusak itu ditutup dengan almari dan gorden yang terpasang di setiap kelas.
”Kami mengajukan hingga ruang guru dan kepala sekolah, juga perpustakaan, tapi yang dapat baru dua ruang kelas,” jelasnya.
Kondisi perpustakaan lebih memprihatinkan. Aci yang menempel di dinding nyaris habis, perpustakaan tersebut dibangun tahun 2013.
Setahun kemudian, acinya sudah nyaris habis karena mengelupas, bahkan disentuh saja sudah rontok.
Tidak hanya di bagian luar tapi juga di bagian dalam. Namun agar tetap cantik, aci yang sudah mengelupas itu ditutup dengan cat putih agar tampak lebih bersih.
Buku juga ditata dengan rapi ditempatnya. Seluruh kaca jendela juga sudah lepas, kemudian ditutup menggunakan krey bambu. Sebagian juga ditambal sulam.
Dari sisi atap, menurut Kustiarin, masih cukup aman. Siswa bakal belajar di dalam perpustakaan jika nanti ruang kelasnya direhab.
”Mungkin nanti ya belajar di perpustakaan,” pungkasnya.
Namun, sekolah rusak itu bakal diperbaiki tahun ini. Ruang kelas yang atapnya rapuh sudah diajukan rehab sejak 2017.
Tahun ini SDN Pulorejo 2 bakal dogelontor anggaran Rp 171 juta untuk rehab dua ruang kelas.
”Setelah mengajukan berturut-turut sejak 2017 akhirnya kami dapat rehab tahun ini, kemarin sudah ada yang ke sekolah untuk melakukan pengukuran,” katanya
Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari mengatakan, rehab SD bakal dilakukan dengan pemilihan penyedia pada Februari. Kontrak berjalan mulai Februari-April.
Harapannya April 2025 ruang kelas sudah bisa dimanfaatkan untuk belajar siswa.
”Seluruh rehab SD menggunakan pengadaan langsung karena tidak ada yang nilainya diatas 200 juta,” kata Wor.
Total ada 27 SD yang bakal direhab dengan alokasi anggaran mencapai Rp 4 miliar dari APBD 2025.
Sebesar Rp 3,5 miliar untuk pagu rehab, Rp 272 juta untuk perencanaan, dan sebesar Rp 199 juta untuk pengawasan.
”Bentuk rehabnya bermacam-macam, ada pembangunan ruang kelas baru di satu sekolah, pembangunan toilet di lima SD, pembangunan pagar dan gazebo di satu SD, rehab ruang kelas di 15 SD, dan rehab perpustakaan di lima SD,” pungkasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW