RadarJombang.id - Salah satu yang jadi sorotan dalam kasus kecelakaan maut bus pariwisata yang mengalami rem blong dan memicu kecelakaan beruntun di Kota Batu (8/1) adalah kondisi penumpang bus.
Hingga kini, telah ada 14 korban dalam kecelakaan maut yang disebabkan bus pariwisata yang mengalami rem blong itu.
Namun beruntungnya, seluruh siswa dan guru yang menaiki bus itu seluruhnya selamat.
Hal itu, diungkap Kepala SMK TI Bali Global Badung I Made Indra Arimbawa di Denpasar, Kami (9/1) dilansir dari Antara.
Pihak SMK TI Bali Global Badung mengumumkan kabar siswa dan guru yang berada dalam Bus Sakhindra Trans nopol DK 7942 GB itu selamat, namun psikis mereka masih terguncang.
“Untuk sementara kondisi anak-anak dan guru pendamping Astungkara semua sehat secara fisik, walaupun secara psikis masih terguncang,” kata dia.
Diketahui kecelakaan bus yang di dalamnya berisi 39 siswa dan satu guru pendamping itu menewaskan empat orang pengguna jalan di sekitarnya.
Pihak sekolah turut berbelasungkawa atas kecelakaan bus yang menelan korban jiwa tersebut.
Mereka juga memohon pengertian masyarakat agar para penumpang bus diberi kekuatan melewati peristiwa ini.
Mengingat tujuan mereka datang ke Pulau Jawa awalnya dalam suasana baik untuk kunjungan industri, menambah wawasan siswa dalam bidang teknologi.
"Sesuai dengan konsentrasi keahlian di SMK TI Bali Global Badung," imbuhnya.
Sebelum berangkat juga para siswa mengikuti prosedur kunjungan industri yaitu mencari izin dari orang tua tanpa dipaksakan.
Para siswa, disebutnya juga dijadwalkan kembali ke Bali siang ini setelah menyelesaikan perjalanan di Yogyakarta, Semarang, dan Malang.
“Tidak diwajibkan untuk diikuti, keikutsertaan siswa pun atas seizin orang tua siswa melalui surat pernyataan,” ujar Made Indra. (riz)
Editor : Achmad RW