RadarJombang.id - Penyaluran proyek bantuan seragam gratis tahun 2025 akan diberikan dalam bentuk setelan jadi.
Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana proyek seragam gratis biasanya dibagikan dalam bentuk kain.
Karenanya, pemkab Jombang berencana menunjuk satu penjahit setiap kecamatan untuk jadi penjahir kain proyek seragam gratis sebelum dibagikan ke siswa.
”Pengadaan penjahitnya melalui e-Katalog,” kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari.
Saat ini pengadaan kain masih dalam proses perencanaan. Rencananya kain bakal diadakan terlebih dahulu. Proses jahit bakal dilakukan setelah siswa baru masuk.
Ada pengukuran yang bakal dilakukan secara langsung di sekolah-sekolah.
”Jadi kita tidak menggunakan patokan ukuran S, M, L, XL dan seterusnya, melainkan diukur secara langsung masing-masing anak," katanya.
Ia mengatakan, butuh waktu sekitar dua bulan, mulai dari pengukuran hingga proses jahit selesai.
Sementara jumlah penjahit sendiri Wor belum dapat memastikan. Rencananya lembaga jahit bakal dicari satu kecamatan satu lembaga jahit.
”Nah nanti bisa kerja sama dengan (penjahit) desa-desa atau bagaimana,” jelasnya.
Sementara budget per satu stel seragam masih belum dipastikan. ”Kami masih survei soal itu,” katanya.
Baca Juga: DPRD Jombang Panggil Pemkab, Evaluasi Pengadaan Kain Seragam Gratis
Sementara kualitas jahitan, ia juga bakal menentukan standar jahitan. Sehingga dari penjahit satu dan penjahit yang lain bisa selaras.
”Misalnya jarak tepinya berapa milimeter atau bagaimana kan nanti ada standarnya,” ungkapnya.
Perubahan dari kain seragam menjadi seragam jadi dilakukan untuk meringankan beban masyarakat, yang anak-anaknya memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi, yaitu SD/MI, dan SMP/MTs.
”Harapan kami tentu ingin meringankan beban masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang mengalokasikan ongkos jahit proyek seragam gratis tahun 2025.
Untuk anggaran ongkos jahit itu, Pemkab Jombang bahkan mengalokasikan dana hingga Rp 4 miliar.
’’Pengadaan seragam gratis tahun 2025 memang kembali berbentuk seragam dan tidak berupa kain lagi. Anggaran yang kita siapkan sekitar Rp 9,5 miliar,’’ Kata Plt Kepala Dinas P&K Jombang, Wor Windari, kemarin.
Rinciannya, anggaran untuk belanja kain seragam SD/MI sebesar Rp 2,3 miliar. Sedangkan untuk SMP/MTs sebesar Rp 3,08 miliar.
’’Sisa anggaran itu untuk ongkos jahit,’’ ungkap wanita yang juga menjabat kepala DPMPTSP Jombang. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW