RadarJombang.id – Pengadaan seragam gratis untuk SD/MI dan SMP/MTs tahun ini dipastikan berbeda dengan tahun lalu.
Tahun lalu, hasil proyek seragam gratis hasil pengadaan diberikan kepada siswa dalam bentuk kain.
Sedangkan tahun ini seragam gratis yang diberikan kepada siswa berupa seragam jadi.
Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang mengalokasikan ongkos jahit proyek seragam gratis itu.
Untuk anggaran ongkos jahit itu, Pemkab Jombang bahkan mengalokasikan dana hingga Rp 4 miliar.
’’Pengadaan seragam gratis tahun 2025 memang kembali berbentuk seragam dan tidak berupa kain lagi. Anggaran yang kita siapkan sekitar Rp 9,5 miliar,’’ Kata Plt Kepala Dinas P&K Jombang, Wor Windari, kemarin.
Rinciannya, anggaran untuk belanja kain seragam SD/MI sebesar Rp 2,3 miliar. Sedangkan untuk SMP/MTs sebesar Rp 3,08 miliar.
’’Sisa anggaran itu untuk ongkos jahit,’’ ungkap wanita yang juga menjabat kepala DPMPTSP Jombang.
Penjahit nantinya akan dipilih melalui e-catalog. ’’Nanti dipilih penjahit yang berkompeten,’’ tegasnya.
Untuk mengantisipasi agar seragam yang diterima peserta didik baru tidak kekecilan seperti sebelumnya, para peserta didik baru nantinya akan diukur satu persatu.
’’Jadi nanti diukur, tidak menggunakan ukuran S, M, L,’’ bebernya.
Guna mencegah keterlambatan pembagian, pertengahan Januari nanti sudah mulai memilih jenis kain yang sesuai. ’’Mulai pemilihan kain pertengahan Januari ini,’’ jelasnya.
Jenis kain yang bakal diadakan untuk SD maupun SMP sama. Hanya warna yang membedakan.
Merah putih untuk SD, hijau putih untuk MI, dan biru putih untuk SMP/MTs.
’’Jenisnya sama dan jumlahnya juga sama, satu setel kain seragam nasional,’’ terangnya.
Jumlah yang bakal diadakan, menggunakan acuan tahun 2024. Sebab belum diketahui, berapa jumlah siswa yang mendaftar di masing-masing jenjang.
’’Jumlahnya kami masih pakai angka kira-kira seperti tahun lalu, sebab pengadaan dilakukan di awal tahun, sedangkan PPDB (penerimaan peserta didik baru) dipertengahan tahun,’’ ucapnya. (yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW