RadarJombang.id – Memasuki liburan sekolah, kepala sekolah diimbau untuk mengadakan perkemahan pada malam tahun baru 2025.
Itu dilakukan untuk mengantisipasi kegiatan negatif yang dilakukan siswa SMP dan SMA/SMK dalam mengisi malam tahun baru.
’’Tidak kita tentukan diikuti kelas berapa, yang penting di SMP ada kegiatan kemah di tahun baru,’’ kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, Jumat (20/12).
Teknis pelaksanaan ia serahkan ke sekolah. Diharapkan, dalam perkemahan tersebut sekolah dapat berkreasi.
Bisa digunakan melakukan pelantikan penggalang, ramu, rakit dan terap. Kegiatan yang harus ada adalah upacara pembukaan, pentas seni bersamaan dengan api unggun, serta upacara penutupan.
’’Harapannya, melalui kegiatan kemah, siswa bisa melakukan hal positif di malam tahun baru,’’ ungkapnya.
Jadwal libur semester ganjil mulai 23 Desember 2024 hanya berlaku untuk siswa.
Sementara untuk guru dan tenaga kependidikan tetap masuk, namun diperkenankan untuk mengambil jatah cuti jika masih ada.
’’Tapi jangan berbarengan semua, mempertimbangkan jumlah pegawai yang masih ada di satuan pendidikan, agar pelayanan masyarakat tetap berjalan dan terlayani,’’ jelasnya.
Sementara itu, di jenjang SMA/SMK, kepala sekolah juga diminta untuk mengadaan perkemaahan pada malam tahun baru.
’’Seluruh siswa sama, kelas 10, 11, dan 12,’’ kata Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Evi Dwi Widajanti.
Menurutnya, kegiatan kemah dilakukan sesuai dengan intruksi Bupati Jombang terkait antisipasi keramaian malam tahun baru 2024 bagi generasi muda.
’’Dengan adanya kegiatan kemah ini, siswa akan ada kesibukan di sekolah hingga akhirnya tidak ada waktu untuk merayakan tahun baru dengan hal-hal negatif di luar sana,’’ urainya.
Di SMPN 1 Sumobito, perkemahan bakal diikuti anggota dewan penggalang, seluruh pengurus OSIS dan majelis perwakilan kelas (MPK) ditambah lima pengurus kelas.
’’Satu kelas yang ikut enam siswa,’’ kata Kepala SMPN 1 Sumobito, Sugeng Hariyanto.
Kegiatan dilakukan semalam, yaitu dengan kegiatan salat berjamaah, istighotsah, api unggun, pentas seni, nonton film edukasi, dan doa akhir tahun.
Pagi dilanjut dengan salat subuh berjamaah, senam pagi, bersih-bersih dan upacara penutupan.
’’Kita buat menyenangkan dan seru, agar berkesan bagi siswa,’’ ungkapnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW