Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sejumlah Proyek Rehab SMP Negeri di Jombang Molor, Dinas P dan K Jombang: Kontraktornya Nggak Punya Uang

Achmad RW • Sabtu, 2 November 2024 | 12:19 WIB
Kondisi proyek rehab SMPN 6 Jombang yang hingga Jumat (1/11) belum rampung dikerjakan
Kondisi proyek rehab SMPN 6 Jombang yang hingga Jumat (1/11) belum rampung dikerjakan

RadarJombang.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jombang merespons perihal ditemukannya sejumlah proyek rehab SMP negeri di Jombang molor.

Kontraktor proyek rehab SMP Negeri di Jombang itu diberikan perpanjangan waktu selama sepekan untuk menuntaskan pekerjaan.

Namun demikian, terhadap kontraktor yang pekerjaannya molor tersebut, tetap diberlakukan denda keterlambatan.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas P dan K Jombang Indah Rochani tak menampik beberapa proyek rehab SMP negeri berjalan molor.

Dari data yang ia miliki, hingga Jumat (1/11) masih ada tiga proyek rehab SMP negeri yang molor.

”Dari data sementara memang ada 3 proyek yang pekerjaannya ditemukan molor, di SMPN 2 Ngoro, SMPN 2 Mojowarno, dan SMPN 6 Jombang,” terangnya (1/11).

Indah menjelaskan, dari show cause meeting (SCM) yang sudah dilakukan pihaknya sebelumnya, ditemukan ada keterlambatan dalam proyek ini.

Pekerjaan yang seharusnya selesai pada akhir Oktober 2024, tak mampu dituntaskan pihak kontraktor.

”Jadi dari perhitungan kemarin itu posisinya hampir sama, masih di angka 80-85 persen progres totalnya,” lontarnya.

Indah menjelaskan, dalam SCM terakhir para kontraktor ini juga diberikan waktu hingga sepekan ke depan untuk menuntaskan pekerjaannya.

”Material sudah on-site, mereka minta waktu sepekan, ya kita berikan tapi denda tetap berjalan,” imbuhnya.

Baca Juga: Siswa SMP Negeri di Jombang ini Harus Pindah Belajar di Sanggar Seni, Ini Penyebabnya

Dari pemeriksaan yang dilakukannya, Indah menyebut keterlambatan itu disebabkan kelalaian kontraktor sendiri.

”Mereka beralasan kekurangan dana, kami ya tidak mau tahu, kan sudah risiko mereka itu,” pungkasnya.

 

Senada, Plh Kepala Dinas P dan K Jombang Wor Windari yang dikonfirmasi terpisah juga membenarkan perihal masih adanya keterlambatan pengerjaan proyek yang didanai DAK 2024 itu.

”Jadi memang ada yang molor, tapi sanksi berlaku, denda berjalan dengan nilai 1/1.000 dari nilai kontrak sudah berjalan,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, pelaksana dari CV Satria Aji Perkasa belum merespons. Beberapa kali upaya telepon wartawan belum diangkat. Upaya konfirmasi melalui pesan WhastApp juga belum direspons.

Untuk diketahui, tahun ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang merehab sedikitnya tujuh SMP Negeri di Jombang.

Masing-masing SMPN 6 Jombang anggaran Rp 934,5 juta, SMPN 1 Jogoroto anggaran Rp 429,7 juta, SMPN 1 Kudu anggaran Rp 356 juta, SMPN 1 Kabuh anggaran Rp 273,9 juta.

Dalam proses lelang, keempat paket ini dimenangkan CV Satria Aji Perkasa dari Kecamatan Tembelang.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tak berjalan maksima. Pelaksana berdalih kesulitan dana hingga mengakibatkan pekerjaan molor.

Hal yang sama terjadi pada proyek rehab SMPN 2 Mojowarno dengan anggaran Rp 727 juta, dan SMPN 2 Diwek dengan anggaran Rp 485 juta.

Dua paket ini dimenangkan CV Jaya Raya dari Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno.

Dalam pelaksanaanya sama-sama molor. Keterlambatan proyek juga terjadi di SMPN 2 Ngoro. Proyek yang dikerjakan CV Karya Pratama dari Kabupaten Blitar juga molor. (riz/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#SMP Negeri #dinas P dan K #Proyek #molor #Jombang #rehab #kontraktor #jawaban