RadarJombang.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Jombang turut memeriahkan peringatan hari jadi ke 114 Kabupaten Jombang dan Hari Santri Nasional (HSN) dengan menggelar Jombang Culture Carnival (JCC) (19/10).
JCC dilaksanakan sebagai wujud apresiasi kesenian dan kebudayaan, baik budaya Jombangan maupun budaya santri.
”Tidak ada tema baru, tema besarnya tetap Spirit Jombang Inspirasi Negeri, sesuai tema HUT tahun ini,” kata Plh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari.
Jombang Culture Carnival Vol. 3 digelar sebagai upaya untuk mewadahi daya inovasi dan kreativitas masyarakat dalam mengaktualisasikan beragam keunggulan yang terdapat di Kabupaten Jombang.
”Melalui kegiatan ini, memberikan ruang masyarakat guna mengaktualisasikan ragam ekspresi seni dalam bentuk ragam struktur tampilan yang dinamis dan atraktif,” jelasnya.
Selain itu, mendorong upaya untuk mengekspos keberadaan khasanah potensi di Jombang yang bernilai adiluhung.
Sehingga mampu menjadi mercusuar di dalam mengedepankan generasi muda guna mampu bertarung di persaingan global melalui gagasan inovasi serta kreativitasnya yang tetap berpegang teguh pada norma, nilai, dan kebudayaan yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang.
Perayaan hari jadi ke-114 Kabupaten Jombang melalui JCC menjadi momentum untuk mengucap syukur atas pencapaian yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Jombang.
Juga mengandung semangat Jombang yang akan terus berkontribusi besar dalam ranah perkembangan zaman serta pembangunan infrastruktur dan karakter SDM di negeri ini.
Selain itu, mendorong agar potensi terus diasah dan dilambungkan agar semakin dikenal di kancah nasional maupun internasional.
”Bukan saja bagi masyarakat luar yang notabene hanya sekadar singgah, namun khususnya kepada generasi mudanya yang harus melebur serta membaur terhadap potensi yang ada ini,” tambahnya.
Sejumlah penampilan disuguhkan kepada ribuan masyarakat Jombang kemarin. Di antaranya adalah kategori lembaga pendidikan yang terdiri dari MKKS SMP negeri wilayah tengah tema Sumberbeji, wilayah barat Besut, wilayah selatan Arimbi , wilayah utara Airlangga Kamandhita, dan wilayah timur Kebo Kicak.
Juga ada wilker pendidikan wilayah selatan, wilker wilayah timur, wilker wilayah utara, SMK DB 1 dan 2 dengan tema Wewe Gombel Art Percusion, SMK PGRI 1 Jombang dengan tema Kendana Wungu, wilker pendidikan wilayah barat dengan tema Besaran, SMAN 2 Jombang tema Airlangga, SMPN 1 Ploso tema Wonderland Jombang, SMK PGRI 2 Jombang.
Lembaga Pendidikan menampilkan masing-masing satu unit mobil peraga. Juga ada kategori kecamatan dengan berbagai tema. Masing-masing kecamatan menampilkan dua unit mobil hias atau mobil peraga.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik, yaitu 3 penyaji terbaik, 3 penyaji unggulan terbaik untuk kategori lembaga pendidikan, dan 2 penyaji terbaik untuk kategori Kecamatan.
Juga ada peserta kehormatan yang merupakan bagian dari masyarakat yang ingin berekspresi menyampaikan gagasan dan pikiran melalui budaya.
Yaitu STIE PGRI Dewantara Jombang, kelompok pecinta budaya Desa Bandung, Kecamatan Diwek, kelompok pecinta budaya Desa Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, dan Jombang Drumband Coach.
Peserta mulai pawai sepanjang JL Gus Dur, kemudian peserta tampil di depan tamu kehormatan, yaitu Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo yang berada di depan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang.
Masing-masing peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan penampilan terbaik selama tiga menit sesuai dengan temanya masing-masing. Dan kembali melanjutkan perjalanan menuju garis finish di Taman Kebon Rojo.
Tumbuhkan Ekonomi Kreatif, Jadi Daya Tarik kepada Para Investor
Kabupaten Jombang yang kaya akan keberagaman budaya, serta potensi yang ada, dan diwujudkan melalui Jombang Culture Carnival Vol. 3 Tahun 2024 diharapkan dapat menjadi daya tarik dan nilai tawar kepada berbagai investor juga asosiasi pengusaha.
”Artinya potensi Jombang yang diramu melalui kegiatan karnaval inilah, yang akan menjadi wujud daripada karakter dan kemampuan berdaya saing yang diimplementasikan generasi muda untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan nantinya,” kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Wor windari.
Wor menambahkan, dalam JCC 2024 juga menampakkan keharmonisan dalam setiap perbedaan, yang tidak menjadi buih pertikaian, melainkan mampu memerankan nilai-nilai persatuan yang utuh.
”Kegiatan positif ini menjadi momentum merayakan keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam meramu perbedaan menjadi keharmonisan yang selaras,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga merupakan wujud penggerakan sektor ekonomi kreatif untuk menumbuhkembangkan perekonomian rakyat baik dari sektor UMKM dan unit usaha besar (perusahaan) yang ada di Kabupaten Jombang.
Melalui JCC, Wor Windari berharap, dapat meningkatkan kreativitas dan kemandirian masyarakat utamanya di bidang kesenian dan kebudayaan.
Menumbuhkan ciri khas yang ada di Jombang, serta program yang dilakukan setiap tahun ini diharapkan jadi daya tarik wisatawan untuk melakukan kunjungan ke Kabupaten Jombang.
”Dan kami sangat berharap, kegiatan ini menjadi agenda rutin yang akan ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jombang dan Indonesia pada umumnya, dengan berbagai perbaikan yang membangun setiap tahunnya,” pungkasnya.
Pj Bupati: Jombang Fest Harus Jadi Event Tahunan
Suksesnya pagelaran Jombang Fest 2024 menjadi semangat dan optimistis baru bagi Kabupaten Jombang.
Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo berharap, Jombang Fest menjadi festival rakyat tahunan.
”Jombang Fest merupakan serangkaian kegiatan untuk peringatan hari jadi Pemkab Jombang yang ke-114,” kata Teguh Narutomo.
Jombang Fest yang dirayakan juga melalui Jombang Culture Carnival, menampilkan berbagai kultur budaya, dan potensi Kabupaten Jombang.
”Kita eksplor semua, mulai dari lembaga pendidikan juga kecamatan,” kata Teguh.
Ia berharap, JCC menjadi event tahunan yang tidak hanya sekadar menjadi festival rakyat, tapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Jombang.
Karena melalui kegiatan kemarin, ada perputaran ekonomi yang cukup signifikan di Kabupaten Jombang.
”Kami berharap ini jadi kegiatan tahunan, di tahun-tahun yang akan datang tidak hanya sekadar festival rakyat tapi juga meningkatkan perekonomian,” pungkasnya.
Jombang Fest Jadi Ajang Siswa unjuk Keterampilan
Jombang Fest 2024 juga menjadi ajang para siswa menimba pengalaman serta unjuk kebolehan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( P dan K) Kabupaten Jombang juga memberikan ruang kepada siswa terbaik bidang seni serta kelompok-kelompok kesenian di Kabupaten Jomabng untuk mengisi rangkaian acara Jombang Fest 2024.
”Kami men-support kegiatan Jombang Fest 2024 ini, sebagai pengisi acara bagian hiburan,” kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari.
Hiburan yang di-support siswa berbakat Kabupaten Jombang telah dilakukan sejak Senin (14/10).
Dalam pembukaan Jombang Fest misalnya, ada penampilan tari remo dan tari saman yang dipersembahkan untuk tamu undangan. ”Dari beberapa siswa SMP yang terbaik yang mengisi sesi hiburan kemarin,” jelasnya.
Juga ada pagelaran wayang kulit yang dipimpin dalang Rudi Gareng dan dimeriahkan oleh Joklitik dan Joklutuk.
Termasuk JCC yang menjadi acara paling meriah dalam rangkaian kegiatan Jombang Fest 2024.
Dinas P dan K Jombang melakukan kolaborasi antara seniman dan lembaga pendidikan di Jombang untuk mengisi hiburan pada setiap sesi acara Jombang Fest.
”Kita kolaborasi, elaborasi potensi-potensi yang ada. Termasuk kegiatan fashion show batik, kita support hiburan tari remo,” jelas Wor. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW