RadarJombang.id – Rencana pemecahan rekor MURI jaranan dor siswa SD dan SMP di Jombang dibatalkan.
Meski begitu, usulan jaranan dor sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Jombang masih tetap berjalan.
’’Sesuai yang disampaikan Pak Sekda Agus Purnomo, hanya MURI-nya saja yang dibatalkan. Tapi pelestarian budaya di satuan pendidikan masih tetap berjalan,’’ kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari.
Upaya dinas P dan K untuk mendaftarkan jaranan dor sebagai WBTB Jombang bakal terus dilakukan.
’’Untuk mendapatkan WBTB, tidak perlu dilakukan MURI. Seperti wayang topeng Jatiduwur, kan tidak perlu ada MURI,’’ jelasnya.
Meski begitu, ia belum memastikan, kapan proses pendaftaran dilakukan. Sebab, ia butuh koordinasi dengan banyak pihak terkait hal itu.
Wor mengatakan, keputusan membatalkan rencana MURI dilakukan, setelah ia menggelar musyawarah mulai dari kelompok kerja kepala sekolah (K3S), musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS), serta pengawas sekolah.
’’Seluruhnya setuju MURI jaranan dor dibatalkan,’’ tegasnya.
Persiapan yang telah berjalan di lapangan tetap diapresiasi Dinas P dan K Jombang. Jaranan dor merupakan budaya Jombang yang memang harus dilestarikan, terlepas dengan ada atau tidaknya MURI.
Apalagi persiapan dengan pihak MURI, hingga kini juga belum dilakukan.
’’Awal di dinas pendidikan, saya koordinasi dengan Pak Senen, beliau mengatakan memang belum ada komunikasi dengan pihak MURI. Itu juga jadi salah satu pertimbangan kami,’’ jelasnya.
Baca Juga: Wakil Rakyat di Jombang Ini Minta Pemkab Kaji Ulang Proyek Pecah Rekor MURI Jaranan Dor
Pencatatan MURI yang dibatalkan, tidak membawa pengaruh terhadap pelestarian budaya jaranan dor di Jombang.
Jaranan dor akan ditampilkan pada event-event yang dilaksanakan di Jombang.
’’Nanti akan dikomunikasikan kepada satuan pendidikan, agar tetap lestari, akan kita tampilkan saat ada event,’’ tegasnya. (wen/jif)
Editor : Achmad RW