Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Berbeda dengan Sekolah Umum, ANBK Pendidikan Kesetaraan di Jombang Malah Dilaksanakan di Hari Libur

Wenny Rosalina • Senin, 16 September 2024 | 17:04 WIB
Siswa Paket B PKBM Yalatif ketika mengikuti ANBK di lab komputer, Sabtu (14/9)
Siswa Paket B PKBM Yalatif ketika mengikuti ANBK di lab komputer, Sabtu (14/9)

RadarJombang.id – ANBK gelombang 1 dan gelombang 2 telah berakhir pada kamis (12/9).

Namun, sejumlah lembaga pendidikan kesetaraan paket B lebih memilih untuk menyelenggarakan ANBK di gelombang khusus yang dilaksanakan pada 14-15 September.

”Jadwal ditentukan pusat, tapi PKBM boleh memilih sendiri, mau diambil di hari kerja atau dilaksanakan di hari libur,” kata Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari.

Ia mengatakan, pemilihan jadwal tersebut dilakukan sesuai dengan kesiapan lembaga.

Kemarin, seluruh SMP negeri dan swasta memilih menyelenggarakan di gelombang pertama pada 9-10 September.  

Sementara dai 20 PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat) yang ada di Jombang, 2 lembaga memilih melaksanakan di gelombang 1, 10 lembaga di gelombang dua, dan 8 lembaga memilih melaksanakan di gelombang khusus.

”Pertimbangannya, selain kesiapan lembaga sebagai penyelenggara, juga kesiapan peserta didiknya, kalau tidak siap dilaksanakan di hari efektif ya boleh dilaksanakan di hari libur,” katanya.

Wor mengatakan, sejak pelaksanaan dari gelombang 1 sampai gelombang khusus hari pertama kemarin.

Menurutnya seluruh lembaga lancar, baik yang menggunakan moda online maupun moda semi online.

Semua PKBM menyelenggarakan ANBK mandiri, tidak ada yang menumpang ke lembaga lain.

”Semua PKBM yang punya kelas tengah paket B ikut, dan semua menyelenggarakan mandiri karena sudah punya fasilitas yang cukup,” pungkasnya.

PKBM Sanggar Belajar Yalatif merupakan salah satu yang menyelenggarakan pada gelombang khusus. Diikuti 24 peserta didik.

”Karena jumlah peserta didik tidak sampai 50 siswa, jadi ikut semua. Alhamdulillah hari pertama seluruhnya hadir,” kata Akhmad Zainuddin, kepala PKBM Sanggar Belajar Yalatif.

Pihaknya melaksanakan pada gelombang khusus karena disesuaikan dengan keinginan peserta didik.

Apalagi kegiatan pembelajaran di PKBM Sanggar Belajar Yalatif memang terbiasa dilaksanakan pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.

”Jadi mereka seperti mengikuti kegiatan belajar biasa,” jelasnya.

Sebanyak 24 siswa yang ikut usianya beragam, ada yang usia 44 tahun, hingga usia sekolah, ada santri pondok, ada juga anak-anak yang tinggal di kampung.

”Kebetulan yang kerja juga libur hari ini,” ungkapnya.

PKBM Sanggar Belajar Yalatif menggunakan mode semi online, disediakan satu server pusat, dan 25 komputer yang digunakan siswa.

Seluruhnya lancar, tidak ada yang mengalami kendala selama pelaksanaan.

Menurut Gok Dien, sapaan akrabnya, rapor pendidikan dari dua kali ANBK Paket B yang telah diikuti, yang masih menjadi evaluasi adalah bagian numerasi.

”Sata rasa hampir semua pendidikan nonformal yang kurang di penalaran numerasi, kalau literasi sudah seimbang,” pungkasnya. (wen/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#kesetaraan #pkbm #Jombang #ANBK #pendidikan