RadarJombang.id – Delapan madrasah di Jombang masih harus menumpang pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) di madrasah lain.
Akibatnya, pelaksanaan ANBK untuk madrasah yang menumpang itu masih harus dibagi dua gelombang.
’’Boleh dilaksanakan 9-10 September. Juga boleh 11-12 September,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, kemarin.
Rincian madrasahdi Jombang yang masih harus menumpang ANBK adalah:
1. MTs Darul Faizin Mojowarno ke MA Darul Faizin
2. MTs Miftahul Ulum Diwek ke MTsN 1 Jombang
3. MTs Darul Muawanah Mojoagung ke MA Darul Muawanah
4. MTs Darul Hikmah Diwek ke MTsN 15 Jombang
5. MTs Darussalam Keras Diwek ke MTsN 15 Jombang
6. MTs Al Anwar Perak ke MA Al Anwar.
7. MTs Al Falah Kecamatan Kesamben ke MA Al Falah
8. Serta MTs At Taqwa Hahuna Sumobito ke MA Balungrejo
Baca Juga: 6 SMP di Jombang Masih Harus Numpang ANBK ke Sekolah Lain, Kok Bisa?
Alasan utama madrasah yang masih harus menumpang ANBK karena minimnya fasilitas.
Juga jumlah siswanya sedikit, sehingga lebih efektif menggabung atau menumpang.
Pengawas yang bertugas menjaga dimodel silang di internal KKM (kelompok kerja madrasah).
‘’Silang dengan madrasah yang ada dalam wilayah KKM-nya,’’ jelas Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhadjir.
Melalui ANBK, diharapkan rapor pendidikan MTs di Kabupaten Jombang dapat dijadikan acuan atau referensi untuk menyusun program kerja di tahun berikutnya.
Tidak hanya ANBK, madrasah juga memiliki AKMI (Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia), penilaian di internal Kemenag yang nantinya juga berupa rapor pendidikan madrasah. ’’Bedanya, AKMI hanya diikuti MTs ditunjuk,’’ ucapnya.
MTsN 15 Jombang merupakan salah satu madrasah yang menumpangi dua madrasah, MTs Darul Hikmah Diwek lima siswa. Serta MTs Darussalam satu siswa.
’’Hanya enam siswa, jadi kami jadikan satu dalam satu ruangan,’’ kata Kepala MTsN 15 Jombang, M Makhi.
MTsN 15 Jombang menggelar ANBK dalam dua sesi. Memakai dua ruangan yang masing-masing 15 komputer. Tahap pertama 30 siswa MTsN 15 Jombang.
Tahap kedua satu ruangan diisi 15 siswa MTsN 15 dan satu ruangan lain diisi enam siswa yang menumpang.
ANBK digelar dalam dua gelomban. Pertama 9-10 September dan kedua 11-12 September.
’’Kami memilih gelombang kedua, karena biasanya pada gelombang pertama, masih banyak kendala. Sedangkan yang gelombang kedua biasanya lebih lancar,’’ urainya.
MTsN 15 Jombang menggelar dengan mode online. Menurutnya, mode online lebih efektif dibandingkan semi online.
Sebab semi online harus sinkronisasi data melalui server madrasah.
Sedangkan mode online hanya menyiapkan aplikasi di setiap komputer yang digunakan.
’’Dua hari ini relatif lancar, mungkin hanya sedikit trobel di beberapa komputer. Dalam satu ruangan ada 20 komputer. Jika ada kendala di komputer yang satu, bisa pindah ke komputer yang lainnya,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW