RadarJombang.id - SMP Negeri (SMPN) 2 Ploso Jombang menunjukkan perkembangan positif dibawah kepemimpinan Winarko MPd selaku kepala sekolah yang menjabat sejak November 2022.
Tahun ini, sekolah yang terletak di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso tersebut menorehkan dua prestasi membanggakan.
Yakni penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur. Serta predikat sekolah berkemajuan terbaik.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 100.3.3/2481/KPTS/033.2/2024.
Serta berita acara hasil penilaian Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur tahun 2024 nomor 600.4/10521/111.2/2024 perihal hasil verifikasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Jempin Marsun, menyerahkan piagam penghargaan sekolah Adiwiyata kepada Kepala SMPN 2 Ploso, Winarko MPd, Selasa (10/9) di Gedung Graha Wisata Surabaya.
’’Prestasi ini berhasil diraih berkat semangat kolaborasi dan komitmen untuk bergerak bersama dalam rangka mewujudkan sekolah yang bersih, sehat dan nyaman untuk memfasiltasi pembelajaran secara optimal,’’ kata Winarko.
Sebelum ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata provinsi, banyak tahapan yang harus dilewati SMPN 2 Ploso.
Di antaranya, persyaratan harus lolos dokumen administrasi dan verifikasi oleh tim penilai Adiwiyata provinsi.
Kriteria penilaian sekolah Adiwiyata dievaluasi terhadap tiga komponen. Perencanaan gerakan peduli dan berbudaya lingkugan hidup.
Pelaksanaan gerakan peduli dan berbudaya lingkugan hidup. Serta pemantauan dan evaluasi gerakan peduli dan berbudaya lingkugan hidup.
Baca Juga: Kepsek Dilantik di SMPN 3 Mojoagung, Tapi Tugasnya di SMPN 2 Ploso Kok Bisa?
Aspek pokok yang menjadi penilaian penghargaan Adiwiyata meliputi, kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan hidup.
Aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup. Aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif.
Serta aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.
’’Alhamdulillah, sekolah kami mampu melalui berbagai tahapan yang ditentukan hingga meraih penghargaan Adiwiyata provinsi," ungkap Winarko.
Apresiasi tersebut merupakan wujud nyata yang diberikan kepada sekolah yang sudah melakukan gerakan terkait penumbuhan perilaku budaya peduli lingkungan di sekolahnya.
Penumbuhan budaya peduli lingkungan di SMP 2 Ploso meliputi pengelolaan sampah, kebersihan sanitasi dan drainase yang selalu terjaga.
Konservasi air dan energi. Penanaman dan pemeliharaan pohon. Inovasi terkait penerapan perilaku ramah lingkungan hidup dengan memanfaatkan sumber daya di sekolah.
Serta penerapan perilaku ramah lingkungan hidup di masyarakat sekitar.
Kualitas makanan di kantin sekolah juga menjadi aspek penting dalam penilaian.
’’Peserta didik kami imbau untuk membawa bekal serta alat makan dan minum dari rumah guna mengurangi sampah di sekolah," tambahnya.
Makanan diharuskan tidak menggunakan bahan pewarna, pengawet dan bahan berbahaya lainnya. Serta tidak menggunakan kemasan berbahan plastik.
"Siswa juga diajak menggunakan bahan ramah lingkungan serta bahan lain yang dapat digunakan ulang seperti piring dan sendok non plastik,’’ tambah Teguh Musyafar SPd selaku ketua tim Adiwiyata SMPN 2 Ploso. (dwi/jif/riz)
Editor : Achmad RW