RadarJombang.id – SDN Madiopuro turut memeriahkan event Pesbukab (Pentas edukasi, seni dan budaya kabupaten Jombang), yang dihelat di lapangan Kecamatan Sumobito, Jombang Minggu (1/9).
Siswa SDN Madiopuro menampilkan seni fragmen dengan judul Madyo Waseso.
”Persiapan kita sangat singkat, hanya dalam waktu dua minggu, sembari menggali ide dan gerakan,” kata Umi Lathifah, kepala SDN Madiopuro, Kecamatan Sumobito.
Dikatakan, siswa dilatih oleh Fani Dwi Nuriyanto merupakan pelatih ekstrakurikuler pedalangan sekaligus guru SDN Madiopuro.
”Madyo berarti rendah hati, dan waseso berarti kekuasaan, meski telah memiliki kekuasaan harus tetap bisa mengontrol diri dan rendah hati,” imbuhnya.
Ia berharap, siswa bisa mengambil sifat ibu pertiwi. Meski setiap hari dilukai, dikeruk, dan dieksploitasi, tetap mengayomi dan menghidupi.
Adanya gempa bumi dan gunung meletus pasti diiringi dengan hikmah, baik itu kesuburan lingkungan maupun hikmah yang lain.
”Kami berharap, siswa utamanya dan penonton pada umumnya dapat mengambil nilai itu," ungkapnya.
Pihaknya menyebut, meski diri kita sendiri memiliki amarah atau kekuasaan atas diri kita namun itu tak harus jadi mengacaukan diri.
"Jangan sampai kondisi itu membuat keadaan kacau, kekuasaan disalurkan menjadi energi positif,” jelasnya.
Dikatakan, kegiatan ini melibatkan delapan siswa dari kelas 4 dan kelas 6.
Semuanya dibuat sendiri, mulai dari aransemen musik, penabuh, direkam sendiri, baju juga berkreasi sendiri menjadi kostum raksasa, prajurit hingga putri.
”Semua atas binaan pak Fani, yang membuat aransemen, siswa yang nabuh kemudian direkam untuk dipakai tampil hari ini,” pungkasnya. (wen/fid/riz)
Editor : Achmad RW