RadarJombang.id - Sejumlah siswa SMP Negeri 2 Mojowarno atau SMPN 2 Mojowarno di Jombang ini harus pindah belajar sementara ke sanggar seni.
Pindah belajarnya siswa SMPN 2 Mojowarno Jombang itu, dikarenakan adanya pembangunan dan rehab bangunan sekolah mereka.
Mereka, juga dijadwalkan harus sementara menghuni ruang sanggar seni hingga akhir Oktober 2024 nanti.
Di SMPN 2 Mojowarno, yang mendapatkan pembangunan laboratorium komputer. Juga rehab ruang kelas, ruang guru dan ruang kepala sekolah.
Pelaksana proyek di SMPN 2 Mojowarno Jombang itu, adalah CV Jaya Raya dari Desa Catak Gayam, Kecamatan Mojowarno dengan nilai penawaran Rp 727 juta.
’’Pengerjaan sudah dimulai pada minggu pertama Juli. Jadi sejak awal tahun pelajaran baru ini, siswa belajarnya di ruang kelas sementara,’’ kata Kepala SMPN 2 Mojowarno, Muji Suwanto, kemarin.
Dua kelas yang direhab merupakan kelas 8. Sehingga membutuhkan dua kelas darurat.
Rencana awal, kelas ini akan dijadikan satu di ruang pertemuan karena cukup luas.
Muji menilai hal itu kurang efektif. Sehingga akhirnya, siswa belajar di ruang pertemuan.
Serta di sanggar kesenian sekolah yang berada di halaman sekolah paling belakang.
’’Kita pakai dua ruang, satu di sanggar kesenian, satunya lagi di ruang pertemuan,’’ jelasnya.
Semua ditata seperti ruang kelas, juga dilengkapi bangku yang telah ditata sejak awal Juli.
’’Papan tulis, bangku, semua kami tata di sini, sementara sampai rehab selesai,” terangnya.
Karena ruang guru termasuk yang direhab, Muji harus menata sebaik mungkin agar pelayanan kepada siswa tetap berjalan dengan baik.
Ruang kepala sekolah dan tata usaha (TU) dipindah sementara ke perpustakaan sekolah.
Sedangkan ruang guru dipindahkan ke laboratorium IPA bercampur dengan satu ruang kelas.
Laboratorium IPA sementara dipindah ke aula sekolah.
’’Parkir juga sudah kami rencanakan untuk dipindah sementara. Yang penting pelayanan kepada siswa bisa berjalan sebagaimana mestinya, tidak berkurang dan tidak terganggu,’’ jelasnya.
Sebagai kepala sekolah, Muji juga diberi amanah untuk membantu pengawasan selama pengerjaan.
Seluruh kepala sekolah juga telah diberikan gambaran rencana anggaran biaya (RAB) sebagai dasar pengawasan jika pengerjaan di lapangan tidak sesuai.
’’Kami diminta untuk melakukan pengawasan, gambarnya juga sudah ditunjukkan. Jadi nanti kita sesuaikan dengan pengerjaan di lapangan,’’ tandasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW