RadarJombang.id – Masa pengenalan lingkungan sekolah ( MPLS ) SMAN Kesamben di Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben Jombang dihelat selama empat hari, Senin-Kamis (15-18/7).
MPLS di SMAN Kesamben Jombang, Diikuti 246 siswa kelas 10.
’’MPLS ditutup dengan perkemahan Jumat-Sabtu ( Perjusa ) (19-20/7). Tidak afdol kalau MPLS tidak diakhiri dengan itu (Pramuka),’’ kata Kepala SMAN Kesamben Witin SPd MM.
Pramuka melatih kemandirian, jiwa tangguh dan tahan banting kepada siswa.
Para siswa baru SMAN Kesamben sangat antusias mengikuti MPLS.
Selain dikenalkan lingkungan sekolah, juga membentuk karakter siswa.
Materi yang disampaikan ke siswa mengikuti juknis Dinas Pendidikan Jawa Timur. Salah satunya, anti perundungan.
’’Kami pahamkan ke anak-anak, sekolah ini anti bullying dan perundungan, jangan main-main dengan itu,’’ tegasnya.
Langkah itu perlu dilakukan. Sebab, seluruh siswa saat ini masih dalam masa transisi mencari jati diri. Dari jenjang SMP maupun MTs ke SMA.
Sehingga ada perubahan pada sikap dan perilaku.
’’Kalau tidak dikawal dengan baik, bisa-bisa berperilaku diluar batas norma yang ada,’’ ujar Witin.
Baca Juga: MPLS SMAN Bandarkedungmulyo Jombang, Bentuk Karakter Tekankan Anti Perundungan
Pihaknya juga menggelar tes potensi akademik. Sebagai upaya memetakan bakat, minat dan kemampuan siswa.
’’Sehingga bapak dan ibu guru mengetahui yang mahir ini ada di bidang apa saja. Nanti ada pemerataan di setiap kelasnya,’’ ungkapnya. (fid/jif/riz)
Editor : Achmad RW