RadarJombang.id – Pekerjaan proyek rehab SMP di Jombang dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) mulai dilakukan.
Targetnya, rehab ketujuh SMP tuntas pada 28 Oktober 2024.
Kepala sekolah juga diminta melakukan pengawasan kegiatan proyek.
”Sudah dilakukan penandatanganan kontrak untuk yang SMP,” kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Penandatanganan kontrak dilakukan pada 27 Juni. Sementara surat perintah mulai kerja (SMPK) dilakukan pada 1 Juli.
”Tidak ada yang mengajukan sanggahan, sehingga semua berjalan cepat sesuai dengan jadwal,” ungkapnya.
Kini tinggal pengerjaan, kontraktor diberikan waktu empat bulan.
Semua SMP yang direhab itu, ditargetkan selesai sebelum 28 Oktober.
Sedangkan masa pemeliharaan dilakukan selama satu tahun.
”Mudah-mudahan berjalan sesuai jadwal, tidak ada yang molor,” harapnya.
Sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan rehab tahun ini juga sudah mulai persiapan untuk pengerjaan.
Barang-barang yang ada di ruangan yang bakal direhab semua sudah dikosongkan.
Seperti yang terlihat di SMPN 2 Mojowarno yang mendapatkan pembangunan laboratorium komputer, rehabilitasi ruang kelas, rehabilitasi ruang guru dan rehabilitasi ruang kepala sekolah.
Pelaksana CV Jaya Raya dari Desa Catak Gayam, Kecamatan Mojowarno dengan nilai penawaran Rp 727 juta.
Guru-guru dan kepala sekolah sibuk boyongan, memindahkan seluruh barang yang ada di ruang guru.
Ruang kepala sekolah dan ruang TU dipindahkan ke tempat yang lain.
Pembangunan dilakukan oleh kontraktor yang sama dari rehab dua tahun sebelumnya.
”Yang mengerjakan sama, saya yakin, penyedia juga sudah memahami betul bagaimana karakter bangunan di sekolah kami, karena sebelumnya juga sudah pernah mengerjakan,” ungkap Muji Suwanto, kepala SMPN 2 Mojowarno.
Pengerjaan dilakukan mulai Sabtu (6/7). Tiga hari sebelumnya, seluruh tim, baik kontraktor, juga tim dinas telah datang ke sekolah, untuk memberitahukan proses pembangunan.
Pihak sekolah diminta untuk mengosongkan ruangan yang akan direhab.
Ruang kepala sekolah dan ruang TU dipindahkan sementara ke perpustakaan sekolah, sedangkan ruang guru dipindahkan ke laboratorium IPA.
Sedangkan laboratorium IPA sementara dipindahkan ke aula sekolah.
Sementara itu, dua ruang kelas yang bakal direhab satu kelas dipindahkan ke sanggar kesenian, dan satu ruang kelas dipindahkan ke aula sekolah, bercampur dengan Lab IPA sementara.
”Parkir juga sudah kami rencanakan untuk dipindahkan sementara, semuanya sementara untuk empat bulan ke depan, yang penting pelayanan kepada siswa bisa berjalan sebagaimana mestinya, tidak berkurang dan tidak terganggu,” jelasnya.
Sebelum pengerjaan dilakukan, Muji mengatakan, kepala sekolah yang mendapatkan rehab telah dikumpulkan, untuk membantu pengawasan selama pengerjaan.
Kepala sekolah juga telah diberikan gambaran RAB sebagai dasar pengawasan jika pengerjaan di lapangan tidak sesuai.
”Ya kami diminta untuk melakukan pengawasan, gambarnya juga sudah ditunjukkan, jadi nanti kita sesuaikan dengan pengerjaan di lapangan,” pungkasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW