RadarJombang.id – PPDB 2024 tingkat SMA jalur zonasi sebaran di wilayah pinggiran Jombang tidak banyak peminatnya.
Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah pagu yang kosong setelah pendaftaran tahap keempat berakhir.
’’Di sekolah kami kuota untuk jalur zonasi sebaran ada 87, sedangkan yang terisi hanya 48,’’ kata Mualim, kepala SMAN Jogoroto, kemarin.
Tahun ini, PPDB jalur zonasi memang dibagi menjadi dua kategori.
Yaitu kategori zonasi radius atau jarak terdekat dengan sekolah yang memiliki kuota 30 persen dari pagu sekolah.
Serta zonasi sebaran memiliki kuota 20 persen dari pagu sekolah. Pagu sebaran diisi satu desa satu siswa.
Di SMAN Jogoroto total pagu zonasi 218 siswa. Rinciannya, 131 untuk zonasi radius, dan 87 zonasi sebaran.
’’Itu ada tambahan. Awalnya zonasi radius hanya 175, tapi ada sisa pagu yang tidak terisi di tahap pertama dulu,’’ jelasnya.
Zonasi radius, jarak paling dekat 187 meter, dan jarak terjauh 2.747 meter.
Kuota 131 siswa di jalur tersebut terpenuhi.
Mualim tak mengetahui, berapa banyak siswa yang tidak lolos pada jalur zonasi radius.
Baca Juga: Hari Terakhir PPDB 2024 Jalur Zonasi untuk SMA di Jombang, Cabdindik Minta Siswa Lakukan Ini
’’Yang tertolak kami tidak tahu ada berapa, karena sistem yang pegang provinsi,’’ ungkapnya.
Apakah sisa kuota jalur zonasi sebaran akan dialihkan pada zonasi radius pada saat pemenuhan pagu 9 Juli nanti? Mualim tak berani memastikan.
Namun ia berharap, jika ada siswa yang tertolak di jalur zonasi radius bisa diterima pada saat pemenuhan pagu nanti.
’’Sepertinya begitu (dialihkan ke zonasi radius) kalau tahun lalu. Karena tahun lalu pagu terisi lengkap,’’ ucapnya.
Kepala SMAN Plandaan, Siyadi, mengatakan, pagu zonasi sebaran di sekolahnya menerima 38 siswa.
Tapi yang mendaftar hanya 32 siswa. Enam pagu kosong.
Saat ini ia belum mengetahui, apakah pagu yang kosong tersebut dibiarkan kosong atau diisi oleh siswa yang ditolak pada jalur yang lain.
’’Kayaknya tidak hanya di Plandaan, tapi di beberapa SMAN lainnya juga banyak yang tidak terisi,’’ ungkapnya.
Menurutnya, PPDB tahun ini dinilai berat. Zonasi sebaran yang dibuka untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang tinggal jauh dari SMAN justru banyak dikeluhkan.
Siyadi menerima banyak protes karena tahun ini PPDB dibuka untuk zonasi sebaran.
’’Banyak yang protes, yang dekat tidak diterima kok yang jauh-jauh diterima,’’ jelasnya.
Sementara di jalur zonasi radius, pagu semua SMAN terpenuhi. Termasuk SMAN Plandaan penuh 64 siswa.
Baca Juga: Ada Indikasi Kecurangan PPDB SMP Negeri di Jombang, DPRD Segera Panggil Dinas P dan K
Keluhan yang diterima di SMAN Plandaan juga beragam.
Ada siswa yang tidak tahu sama sekali tahapan PPDB. Biasanya itu dialami siswa yang sekolah di SMP/MTs swasta.
Yang tidak memberikan informasi yang lengkap dalam semua tahapan PPDB.
’’Datang ke sekolah, kami hanya memberikan penjelasan saja. Mereka bahkan tidak tahu tahapannya, bagaimana cara ambil PIN, syaratnya apa saja, tahapannya bagaimana, ya mungkin itu yang tahun depan perlu diperbaiki lagi,’’ terangnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang, Sri Hartati, mengatakan, banyaknya pagu yang kosong di jalur zonasi sebarang karena tidak setiap desa atau kelurahan memiliki siswa yang akan mendaftar.
’’Perlu waktu untuk migrasi dari kuota tersebut ke jalur zonasi radius. Insya Allah Senin 1 Juli akan di infokan melalui web,’’ ucapnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW