Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Waduh! Masih Banyak Ditemukan Kasus Numpang KK di PPDB 2024 Tingkat SMA di Jombang, Ini Akibatnya

Achmad RW • Sabtu, 8 Juni 2024 | 18:33 WIB
Ilustrasi PPDB SMA dan SMK
Ilustrasi PPDB SMA dan SMK

RadarJombang.id - Pengambilan PIN untuk PPDB 2024 tingkat SMA di Jombang masih berlangsung.

Namun, kasus numpang KK masih ditemui di sejumlah pendaftar di PPDB 2024 tingkat SMA di Jombang.

Karena itu, verifikator harus benar-benar mencocokkan nama wali dengan rapor asli yang dibawa siswa.

”Ya ada beberapa yang nama walinya tidak sesuai dengan di rapor,” ungkap Budiono, kepala SMAN 2 Jombang.

Budiono mengaku, masih ada sejumlah siswa yang nama orang tua di KK-nya tidak sesuai dengan nama wali yang ada di rapor SMP/MTs yang asli.

Jika ada kasus seperti itu, siswa harus kembali mengunggah KK lama, yang di dalamnya tertera nama orang tua walinya.

Budiono mengatakan, tugas verifikator dan operator sangat berat.

Sebab kinerjanya harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

Jika diketahui meloloskan siswa yang tidak sesuai dengan juknisnya, maka terancam hukuman pidana.

Sebelumnya, kepala sekolah dan 10 orang guru, terdiri dari lima verifikator dan lima operator sudah menandatangani pakta integritas, begitu juga orang tua wali.

"Jika berani memalsukan data, maka perbuatannya dipertanggungjawabkan secara hukum,” jelasnya.

Baca Juga: PPDB 2024 Tingkat SD Berlangsung Offline, Skor Usia Siswa Jadi Penentu

PPDB tahap pengambilan PIN, verifikasi dan validasi dokumen dilaksanakan sejak 27 Mei sampai 14 Juni.

Tercatat, sudah ada 421 siswa yang datang ke SMAN 2 Jombang untuk melakukan verifikasi dan pengambilan PIN.

Jumat (7/6) siswa SMP/MTs yang datang ke SMAN 2 Jombang mulai sepi.

Yang paling banyak siswa datang pada tanggal 28 Mei 108 siswa dan 29 Mei sebanyak 134 siswa.

”Sekarang mulai sedikit, hari ini hanya satu saja,” jelasnya.

Tahap pra pendaftaran, siswa mengunggah KK dan surat keterangan aktif sekolah.

Setelah itu, siswa bakal dapat rekomendasi lima SMA dan SMK terdekat untuk verifikasi dan validasi serta pengambilan PIN.

Siswa kemudian datang ke sekolah dengan membawa berkas yang dipersyaratkan.

Namun masih ada saja siswa yang masih kurang lengkap dokumennya.

Utamanya adalah rapor asli yang dipakai untuk verifikasi.

”Rapor asli itu syarat utama juga, untuk verifikasi,” jelasnya.

Sekolah bakal menerima KK luar kota, jika siswa melampirkan surat dinas orang tua untuk pendaftaran di jalur pindah tugas orang tua.

Baca Juga: Ada 4 Zona di PPDB 2024 Tingkat SMA di Kabupaten Jombang, Ini Pembagiannya

Sehingga titik koordinat yang menentukan jarak ditentukan dari jarak orang tua bekerja.

”Khusus untuk jalur pindah tugas punya PIN khusus, yang tidak bisa dipakai di jalur yang lain,” tambahnya.

Sementara itu, jika siswa belum mengunggah nilai rapor, operator dan verifikator SMA tidak bisa membantu entri rapor.

Hanya menunjukkan langkah-langkahnya, siswa yang unggah rapor sendiri.

Setelah diunggah, baru nanti diverifikasi oleh operator dan verifikator SMA/SMK.

”Bukan kita yang unggah, kita tunjukkan caranya saja, siswanya sendiri yang unggah, baru kita lihat kebenarannya dicocokkan dengan rapor aslinya, tapi mayoritas siswa sudah diunggahkan operator sekolahnya di SMP atau MTs,” pungkasnya.

Sri Hartati, kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang mengatakan, selama proses PPDB seluruh kepala sekolah dan operator diwanti-wanti agar tak menyalahgunakan tugasnya dalam proses verifikasi data siswa.

Bahkan sebelum menjalankan tugasnya, seluruhnya sudah diberikan pembekalan dan penandatanganan pakta integritas bermaterai.

”Jangan sampai disalahgunakan, begitu juga orang tua, jangan berani-berani memalsukan data, harus mengikuti prosedur di juknis, karena data dipertanggungjawabkan secara hukum,” pungkasnya. (wen/riz)

Editor : Achmad RW
#numpang #Jombang #SMA #KK #PPDB 2024