RadarJombang.id – Puluhan guru yang pensiun setiap bulan membuat defisit guru di Kabupaten Jombang semakin meningkat.
Data yang dimiliki PGRI Jombang, total Kabupaten Jombang kekurangan 1.200 guru.
Karenanya, PGRI meminta Pemkab Jombang segera membuat dan mencari solusi untuk mencukupi defisit guru tersebut.
’’Data valid minta dinas pendidikan atau BKPSDM ya, kalau data yang kami dapat, terakhir kekurangan sekitar 1.200 guru,’’ kata Jumadi, ketua PGRI Jombang, kemarin.
Kekurangan terjadi karena banyaknya guru yang pensiun setiap bulan.
Sedangkan pengangkatan guru honorer baru tidak diperbolehkan.
Akibatnya, guru yang ada bekerja lebih keras.
Dalam seminggu, minimal guru mengajar 24 jam.
Namun sekarang, hampir tidak ada guru yang mengajar 24 jam.
"Tapi lebih dari itu, bahkan hingga 40 jam pelajaran. PGRI sering menerima keluh kesah guru, yang beban kerjanya semakin berat,’’ urainya.
PGRI berharap Pemkab Jombang serius mengatasi kekurangan guru.
Baca Juga: Jombang Masih Defisit Ribuan Guru, Dewan Pendidikan Minta Pemerintah Lakukan Hal Ini
Di antaranya dengan membuka formasi PPPK guru setiap tahun.
Sehingga kekurangan guru bisa semakin ditekan.
’’Kami menyeadari, pengangkatan disesuaikan dengan kemampuan APBD kabupaten. Saya rasa beberapa tahun terakhir pengangkatan sudah banyak,’’ ungkapnya.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kekurangan guru TK, SD dan SMP, 2.370 guru.
’’Kekurangan dari angka ideal memang segitu, tapi kekurangan itu dibantu oleh teman-teman guru honorer. Sehingga kekurangan riil tidak banyak,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang.
Usulan tambahan PPPK guru terus dilakukan. Hanya saja, pemenuhan itu membutuhkan waktu.
Sehingga untuk mengatasi kekurangan saat ini memanfaatkan tenaga yang ada.
Yaitu guru honorer dan guru ASN yang masih aktif bertugas.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang, Bambang Suntowo, mengatakan, 2019 sampai 2023, prioritas pengangkatan PPPK guru. Total sudah 1.766 guru yang diangkat menjadi PPPK empat tahun terakhir.
’’Paling banyak formasi 2022, yang SKnya kami berikan 2023, ada 881 guru. Tahun berikutnya sembilan. Dan tahun ini kami usulkan sekitar 200 guru,’’ ucap Bambang. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW