RadarJombang.id – Sebanyak 232 PPPK Jatim formasi guru mapel ditempatkan di SMA/SMK dan SLB di Kabupaten Jombang.
Kondisi itu ternyata berdampak buruk bagi banyak guru yang kini harus mendapatkan jam mengajar sedikit.
Hal itu, juga mengancam guru yang mengandalkan Tunjangan profesi guru (TPG) yang terancam tak bisa cair.
’’Butuh disesuaikan antar guru, atau bahkan bisa diperbantukan di sekolah yang membutuhkan. Sedangkan di sini kebanyakan,’’ kata Siswo Rusianto, kepala SMKN 1 Jombang, kemarin.
PPPK guru yang ditugaskan di SMKN 1 Jombang misalnya, hingga 6 Mei kemarin ada 25 orang.
Mereka akan mulai mengajar tahun pelajaran baru. Sebab perlu penataan jam mengajar dan lainnya.
’’Sebentar lagi ujian semester. Jadi kemungkinan baru mengajar tahun pelajaran baru. Kita juga masih menata,’’ ungkapnya.
Yang paling dibutuhkan SMKN 1 Jombang dua guru Bahasa Indonesia, dua guru PKn dan guru sejarah.
Seluruhnya didapatkan tahun ini, malah melebihi perkiraan.
Bahkan ada beberapa guru yang diterima tidak sesuai dengan jurusan yang ada di SMKN 1 Jombang.
’’Kami dapat guru kimia. Lalu kami minta ngisi apa? Kita kelebihan tujuh guru,’’ jelasnya.
Baca Juga: 29 Guru Pensiun di Bulan Mei 2024, Defisit Guru di Jombang Terus Bertambah
Meski begitu, ia akan tetap mamaksimalkan jam pelajaran yang ada, sembari menunggu penataan resmi dari BKD provinsi.
’’Tetap kami tata, minimal 24 jam untuk guru agar bisa mencairkan TPG,’’ ucapnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW