RadarJombang.id – Seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) berbasis (SNBT) mulai dilaksanakan 30 April sampai 20 Mei.
Siswa diimbau tidak menggunakan joki atau orang pengganti dalam mengerjakan soal.
SNBT 2024 berlangsung dalam dua gelombang. Gelombang 1 akan dilaksanakan pada 30 April hingga 7 Mei 2024 dan Gelombang 2 akan berlangsung pada 14 hingga 20 Mei 2024.
’’Saya minta siswa Jombang berlaku jujur, tidak curang apalagi sampai menggunakan joki,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Sri Hartati.
Upaya untuk bisa lolos seleksi SNBT bisa dilakukan dengan cara-cara yang bersih. Seperti memperbanyak latihan soal, banyak membaca.
’’Itu semua ada hukumannya, dan yang menerima akibatnya siswa sendiri,’’ jelasnya.
Sri Hartati mengatakan, dirinya tak bisa mengetahui ada berapa jumlah siswa Jombang yang mendaftar di jalur tes.
’’Data yang masuk ke kami hanya jumlah yang diterima saja, itupun harus dihimpun satu per satu sekolah,’’ ungkapnya.
Saidun, pembina musyawarah guru bimbingan konseling (MGBK) SMA Kabupaten Jombang mengatakan, siswa di Jombang tidak mengikuti SNBT bersamaan.
Jadwalnya antara satu siswa dengan siswa yang lain berbeda-beda. Ia juga meminta, agar siswa Jombang mengawali pendidikan tinggi bukan dengan cara kotor.
’’Anak bangsa tidak usah menggunakan sesuatu yang di luar prosedur,’’ ungkap Saidun.
Baca Juga: Ada Aturan Baru di SNPMB 2024: Siswa yang Lolos SNBP Dilarang Ikut Jalur SNBT
Untuk bisa diterima di PTN yang diinginkan, siswa harus mendaftar di kampus, jurusan serta prodi yang sesuai dengan kompetensi dan kemampuan masing-masing siswa.
Setelah mengikuti rangkaian ujian yang dilakukan sekolah, siswa juga sudah menjalani pembinaan untuk persiapan SNBT dengan memperbanyak latihan soal.
Baik melalui online maupun offline.
’’Perbanyak tryout bagi yang jadwalnya masih lama. Anak-anak yang ikut bimbel, atau mandiri, yang penting perbanyak tryout,’’ tegasnya. (wen/jif/fid)
Editor : Ainul Hafidz