RadarJombang.id - Puluhan guru PNS di Jombang masuk purna tugas alias pensiun setiap bulan.
Per 1 Mei 2024, tercatat sebanyak 29 guru PNS di Kabupaten Jombang memasuki masa pensiun.
Pj Bupati Jombang, Sugiat, memastikan tidak akan membuka lagi peluang untuk guru honorer.
’’Tidak akan dibuka lagi untuk sementara karena memang aturannya tidak boleh,’’ kata Pj Bupati Jombang, Sugiat, (2/5).
Kekurangan guru bakal diatasi secara bertahap.
Melalui rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang dilakukan setiap tahun.
Tentu saja dengan memperhatikan kekuatan daerah.
’’Kami atasi secara bertahap, tidak sekaligus karena kita juga harus menuntaskan honorer tahun ini,’’ jelasnya.
Kekurangan sementara bisa diatasi dengan memaksimalkan tenaga honorer dan aparatur sipil negara (ASN) guru yang masih aktif mengajar.
Pj Bupati Jombang juga menyebut, jumlah kekurangan guru di Jombang sampai saat ini mencapai sekitar 200 guru.
’’Kekurangan sampai saat ini sekitar 200, sebab masih ada guru honorer yang mengajar,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, belum menjelaskan secara detail jumlah kepala sekolah yang purna tugas.
’’Untuk kepala SMPN baru satu yang purna bulan lalu. Bulan ini saya belum dapat laporan, yang tahu detailnya bidang ketenagaan,’’ ucapnya.
Sedangkan untuk memenuhi kekurangan jumlah kepala sekolah, pihaknya masih melakukan pemetaan.
Besar kemungkinan jika pelantikan kepala sekolah baru akan dilakukan usai pendidikan calon guru penggerak angkatan kesembilan rampung.
’’Sekarang masih pemetaan, tunggu angkatan kesembilan rampung,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW