Radarjombang.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang terus berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Jombang.
Di antaranya dengan mengasah, mewadahi bakat dan minat siswa melalui ajang lomba rutin. Yaitu festival dan lomba seni siswa nasional (FLS2N) jenjang SD.
Melalui Bidang Pembinaan SD, dinas P dan K menyelenggarakan acara tahunan yang meriah.
’’Ini bagian dari upaya kami untuk mewadahi bakat dan minat siswa Kabupaten Jombang,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen, kemarin.
Guru harus bisa mengarahkan peserta didik sesuai potensinya.
Karena prestasi tidak hanya pada bidang akademik dan olahraga saja, melainkan juga bisa pada bidang seni.
’’Siswa yang berhasil mewakili tingkat setiap kecamatan adalah suatu prestasi yang luar biasa,’’ ungkapnya.
FLS2N SD 2024, ada lima cabang seni yang dilombakan.
Pantomim, gambar bercerita, menyanyi solo, seni tari, dan kriya.
Senen berharap, pembinaan dilakukan lebih maksimal, karena acara ini merupakan acara tahunan. Sehingga persiapan bisa dilakukan satu tahun sebelumnya.
Sementara pada bidang Pembinaan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan PNF (Pendidikan Non Formal), diadakan sosialisasi uji kesetaraan (UK) pada 2024. Dilaksanakan pada Senin (22/4) di Aula 3.
Diikuti 56 orang. Meliputi penilik, kepala SKB Mojoagung dan Gudo, serta ketua pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Jombang.
Dibuka Kabid Pembinaan PAUD dan PNF, Kasmuji Raharja.
Sosialisasi UK dilakukan agar seluruh warga belajar mengikuti kegiatan UK untuk membuktikan jika lulusan PKBM juga setara dengan pendidikan formal.
’’Agar saat melanjutkan pendidikan formal berikutnya bisa lebih mudah.
Karena sertifikat UK itu menjadi salah satu syarat jika ingin melanjutkan ke pendidikan formal,’’ jelasnya.
Bidang PAUD dan PNF juga menyelenggarakan sosialisasi penulisan ijazah KB dan TK yang diikuti 100 orang. Harapannya, agar dalam penulisan ijazah nanti, tidak ada kekeliruan.
’’Saya minta agar melibatkan orang lain untuk melakukan koreksi, untuk meminimalisir kesalahan,’’ ungkapnya. (wen/jif/ang )
Editor : Anggi Fridianto