Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kemenag Jombang : Seluruh MI di Jombang Bakal Diwajibkan Punya Program Tahfiz

Wenny Rosalina • Jumat, 2 Februari 2024 | 14:20 WIB
Kasi Penma Kemenag, Zainut Tamam, saat melakukan uji publik pada wisudawan tahfiz juz 30 di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Selasa (30/1).
Kasi Penma Kemenag, Zainut Tamam, saat melakukan uji publik pada wisudawan tahfiz juz 30 di Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Selasa (30/1).

RadarJombang.id - Kemenag Jombang bakal mewajibkan semua MI punya program tahfiz.

Diwajibkannya MI punya program tahfiz itu, agar semua lulusan MI minimal punya hafalan juz 30.

’’Kedepan, target kelulusan untuk MI baik negeri maupun swasta minimal hafal juz 30. Jadi MI harus punya program tahfiz,’’ kata Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jombang, Zainut Tamam, (1/2).

Pihak Kemenag Jombang optimistis target program tahfiz di MI tersebut bisa terlaksana.

Terlebih, setelah mereka sukses mewisuda 2.398 siswa MI hafal juz 30, Selasa (30/1).

Untuk mencapai target itu, pembelajaran Alquran di seluruh madrasah harus lebih digalakkan.

Membaca Alquran atau membaca surah-surah pendek tidak hanya diterapkan sebagai pembiasaan, tapi juga dihafalkan mulai siswa masuk kelas 1 MI.

Seluruh madrasah juga harus memiliki program tahfiz. Sehingga tidak hanya bisa dan fasih membaca Alquran, tapi juga hafal juz 30.

Saat ini, sudah cukup banyak madrasah yang memiliki program tahfiz. Banyak siswa MI tidak hanya hafal juz 30.

Tapi juga hafal juz 1 dan juz 2. Seluruh MI negeri sudah menerapkan program tersebut.

Juga beberapa MI swasta seperti MI Perguruan Muallimat Cukir Kecamatan Diwek, MI Sulaimaniyah Kauman Mojoagung, dan MI Plus Darul Falah Gambiran Mojoagung.

Baca Juga: Pendaftaran Munaqosah Tahfiz Juz 30 Untuk Kelas 5 SD Ke Bawah di Jombang Dibuka Mulai Bulan Maret, Ini Persyaratannya

Metode hafalan yang diberikan juga beragam. Ada yang menggunakan metode Qiraati, Yanbu’a dan Ummi.

’’Untuk metode disesuaikan dengan kebijakan kepala madrasah, semua metode baik dan kami dukung,’’ jelasnya.

Saat ini, baru 3,6 persen dari 66.062 santri dari 278 MI se Kabupaten Jombang yang hafal juz 30.

Target pada wisuda tahfiz tahun depan, minimal lima persen siswa MI sudah hafal juz 30. (wen/jif/riz)

 

Editor : Achmad RW
#program #Jombang #Kemenag #MI #tahfiz