RadarJombang.id - Sejumlah SD negeri di Kabupaten Jombang bakal mendapatkan bantuan rehab fisik dan pembangunan ruangan baru tahun 2024.
Sebagian besar bantuan rehab fisik untuk SD Negeri di Jombang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).
Proses perencanaan rehab fisik di puluhan SD Negeri di Jombang itu, bakal dimulai bulan Januari 2024.
’’Perencanaan ada yang mulai bulan ini,’’ kata ungkap Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Selasa (16/1).
Sebagian data perencanaan rehab fisik SD Negeri itu, sudah diunggah ke website sirup (sistem informasi rencana umum pengadaan).
Di sana, terdapat puluhan SD Negeri yang bakal mendapatkan rehab fisik sepanjang 2024.
Beberapa sekolah bahkan terpantau mendapatkan rehab fisik dengan angka fantastis.
Seperti SDN Wonosalam 4 yang bakal mendapatkan rehab sebesar Rp 1 miliar untuk rehab ruang kelas, pembangunan lab komputer dan pembangunan UKS.
Juga SDN Kepuhkembeng 3 Kecamatan Peterongan yang mendapatkan lebih dari Rp 900 juta untuk rehab ruang kelas, pembangunan lab komputer, pembangunan UKS dan rehab ruang guru.
Senen mengatakan, puluhan kelas yang sudah diupload di sirup tersebut belum seluruhnya masuk.
’’Masih ada koreksi-koreksi, data itu masih belum final,’’ ucapnya.
Baca Juga: Dari Rehab Jalan hingga Bangunan Kecamatan, Ini 10 Proyek Strategis Pemkab Jombang Tahun 2024
SD Negeri yang mendapatkan paket rehab lebih dari satu dan nilainya lebih dari Rp 200 juta, proyeknya dilakukan dalam satu lelang.
Seperti SDN Kepuhkembeng 3 dan SDN Wonosalam 4 yang lelangnya dijadikan satu meski pembangunannya terdiri dari banyak item.
Perencanaan dilakukan mulai Januari, mempersiapkan proses lelang dan lain sebagainya.
Sementara pengerjaan proyek fisiknya akan diperkirakan dimulai pada April-Mei 2024.
’’Lama pengerjaan melihat pekerjaannya seberapa besar. Kalau besar bisa sampai 120 hari atau 4 bulan,’’ jelasnya.
Total anggaran DAK yang didapatkan untuk rehab fisik SD Negeri di Jombang kurang lebih Rp 9 miliar.
Namun ada juga yang dapat rehab melalui APBD 2024. Umumnya dilakukan untuk rehab dan ringan.
’’Rehab yang besar-besar DAK, yang kecil-kecil pakai APBD,’’ ulasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW