JOMBANG - Banyak SD Negeri di Jombang yang mengalami kerusakan, dan hingga kini belum ditangani.
Pj Bupati Jombang, menyebut sudah melakukan kajian terkait usulan renovasi SD Negeri yang rusak itu.
Kajian itu, berkaitan dengan langkah penanganan gedung SD Negeri rusak yang akan dilakukan nantinya.
”Terkait hal itu (sekolah rusak, Red), akan kita tangani satu persatu sesuai prosedur,’’ ujar Pj Bupati Sugiat kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.
Ia menyebut, perlu melakukan kajian untuk menangani sekolah rusak. Kajian yang dimaksud mengalokasikan anggaran penanganan.
Jika kerusakan dalam kategori ringan, lanjutnya, maka bisa ditangani lewat dana bantuan operasional sekolah (BOS).
Sebaliknya, jika rusak berat, maka akan ditangani lewat APBD Kabupaten.
”Semua kita kaji dulu sesuai aturan. Seperti kemarin, ada juga kantor Desa Jombang yang ingin membangun kantor desa. Ya tentu kita kaji dulu apakah urgen atau tidak. Sehingga ke depan tidak menyalani aturan,’’ pungkasnya.
Sementara itu, data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang, sedikitnya ada enam SDN di Jombang kota yang rusak.
Pertama, SDN Mojongapit 3 yang kondisi rumah dinasnya ambruk.
SDN Kepuhkembeng 1 rusak pada atap plafon perpustakaan dan ruang guru yang sudah ambruk. Kondisi atap teras rata-rata juga rusak.
Baca Juga: Waktu Tersisa 5 Hari, Dari 22 SD Negeri di Jombang yang Direhab, Baru 6 Selesai
Selain itu, kondisi serupa juga terlihat di SDN Candimulyo 4 setelah ruang sarpras ambruk.
SDN Candimulyo mengalami kerusakan pada atap karena sudah rapuh.
SDN Jombang 2 atap rapuh serta SDN Sambongdukuh 1 yang atapnya ambrol dan tiga kelas kini dikosongkan. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW