JOMBANG – Penyelesaian rehab 22 SD Negeri di Jombang menggunakan anggaran P-APBD terus dikejar deadline.
Sampai kemarin, baru 10 SD Negeri yang rehabnya selesai dikerjakan. Sisanya masih proses pengerjaan dan finishing.
’’Deadline untuk rehab SD Negeri tidak sama, ada yang tanggal 10, ada yang tanggal 15, tanggal 18 juga ada,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kemarin.
Beberapa SD Negeri yang telah rampung dikerjakan rehabnya, adalah SDN Karangan 2, SDN Ngampungan, SDN Nglebak Kecamatan Bareng.
SDN Munungkerep 2 Kecamatan Kabuh dan SDN Carangrejo 1 Kecamatan Kesamben. ’’Ada 10 sekolah yang sudah selesai,’’ ujarnya.
Salah satu yang masih dikerjakan, SDN Plosogeneng 1 Kecamatan Jombang. Aktivitas pengerjaan masih dilakukan hingga Rabu (6/12) siang.
Rehab itu dianggarkan melalui P-APBD 2023 senilai Rp 141.839.563. Dikerjakan CV Randumas Multi Konstruksi dengan konsultan pengawas CV Surya Sentosa.
Waktu pengerjaannya 27 Oktober hingga 10 Desember. ’’Seluruh kontrak berjalan 45 hari,’’ tambah Senen.
Rumah Dinas SDN Plosogeneng 1 yang rusak parah direnovasi total bagian atap, dan lantai.
Serta penggantian daun pintu. Saat ini, sedang proses pengecatan, dan pemasangan jendela.
Setelah pekerjaan selesai, konsultan pengawas akan melakukan pengecekan, apakah sesuai dengan perencanaan atau tidak.
Jika tidak, tak menutup kemungkinan diminta bongkar ulang. Seperti yang di SDN Nglebak Bareng.
’’Karena tidak sesuai, kami minta untuk bongkar lagi. Alhamdulillah selesai sesuai deadline,’’ tegasnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW