Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Usai Ambruk Diterjang Angin Kencang, Madrasah Terpencil di Jombang Mulai Diperbaiki

Wenny Rosalina • Selasa, 28 November 2023 | 11:00 WIB
KOMPAK: Warga Desa Cupak Kecamatan Ngusikan dan guru MI Raden Patah bersama-sama memperbaiki MI yang ambruk, Minggu (26/11).
KOMPAK: Warga Desa Cupak Kecamatan Ngusikan dan guru MI Raden Patah bersama-sama memperbaiki MI yang ambruk, Minggu (26/11).

JOMBANG – Madrasah di daerah terpencil, MI Raden Patah Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan Kabupaten Jombang yang ambruk karena hujan dan angin kencang pada Rabu (15/11), mulai diperbaiki Minggu (26/11).

Setelah mendapat bantuan dari Kantor Kemenag Jombang, swadaya masyarakat serta Baznas Jombang.

’’Hari Minggu mulai diperbaiki. Alhamdulillah dibantu warga untuk kerja bakti mengerjakannya,’’ kata Sumaiyah, kepala MI Raden Patah Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan.

Ia mengatakan, ruang kelas yang ambruk karena angin memang sudah rapuh, sehingga jarang digunakan.

Kadang siswa hanya memanfaatkannya sebagai musala, bukan sebagai ruang kelas.

Sumaiyah mengaku tak pernah mengusulkan rehab ke Kantor Kemenag Jombang.

’’Saya belum pernah mengajukan rehab. Baru kemarin setelah ambruk bikin proposal,’’ jelasnya.

Melalui proposal yang dibuatnya bersama pengawas madrasah Kecamatan Ngusikan, ia kemudian mendapatkan kucuran dana dari kemenag dan Baznas Jombang Rp 12.690.000.

Dana itu langsung dimanfaatkan untuk rehab atap dua ruang kelas tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, mengatakan, pihaknya memberikan bantuan sementara ke MI Cupak pada Jumat (24/11).

Pihaknya juga mengusulkan ke kemenag pusat untuk mendapatkan anggaran rehab tahun berikutnya.

’’Kami bisa membantu lembaga swasta melalui Dipa,’’ ungkapnya.

Karena jumlah siswa yang hanya delapan orang, nilai bantuan yang didapatkan kemungkinan juga tidak terlalu besar.

’’Kami ajukan sekarang, 2024 mudah-mudahan dapat. Tapi jumlah murid cuma delapan, mungkin bantuannya juga sedikit,’’ ungkapnya. (wen/jif/ang)

Editor : Anggi Fridianto
#sekolah terpencil #madrasah ambruk #Kemenag Jombang #Kabupaten Jombang #kecamatan ngusikan