JOMBANG – Sebanyak 24 SDN harus menumpang ketika pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) yang akan dimulai 23 Oktober.
24 SDN itu menumpang karena belum memiliki sarana prasarana yang memadai.
’’Laptop atau komputer belum memungkinkan, jadi menumpang ke sekolah lain,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kemarin.
Mereka menumpang ke SD lain yang terdekat dengan sekolahnya.
Sebelum memutuskan untuk menumpang, sekolah harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan sekolah yang akan ditumpangi.
’’Dan harus dipastikan, sekolah yang akan ditumpangi terdaftar dalam website ANBK kemendikbud,’’ terangnya.
Salah satu yang menumpang, adalah SDN Jombatan 1 Kecamatan Jombang yang menumpang di SDN Jombatan 3.
SDN Jombatan 3 memilih gelombang kedua 25-26 Oktober.
Sedangkan SDN Jombatan 1 pada gelombang ketiga 30-31 Oktober.
Keduanya menggunakan mode online.
Pada pelaksanaannya, SDN Jombatan 3 dibagi menjadi dua sesi per hari, masing-masing sesi 15 siswa.
Sedangkan SDN Jombatan 2 hanya satu sesi karena jumlah siswa yang ikut ANBK hanya 12.
’’Kita pakai mode online. Sebetulnya ada 20 laptop, tapi agar lebih mudah pembagiannya, kami bagi jadi dua sesi saja,’’ ungkap Donny Erfantoro, kepala SDN Jombatan 3. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW