JOMBANG – Tahun ini, SDN Carangwulung 1 Kecamatan Wonosalam mendapatkan rehab, sekolah senilai Rp 450 juta.
Selama proses pengerjaan, kegiatan belajar mengajar dialihkan ke tempat lain di luar ruangan.
’’Sudah tiga bulan ini kita belajar di luar ruangan, tapi sebagian juga masih ada yang di dalam ruangan,’’ kata Iswandi, kepala SDN Carangwulung 1, kemarin.
Total, ada tiga ruangan yang diperbaiki. Seluruhnya yakni ruang kelas dua, tiga, dan empat.
Untuk siswa di yang harus belajar di luar ruangan ada empat kelas.
Ditambah kelas lima yang ruangannya digunakan untuk meletakkan barang-barang yang sebelumnya ada di tiga kelas yang direhab.
Siswa kelas 2 belajar di ruang perpustakaan, digabung dengan siswa kelas 1.
Satu ruang digunakan untuk belajar dua kelas, disekat dengan papan seadanya.
Kelas 3 belajar di teras rumah salah satu guru yang rumahnya tak jauh dari sekolah.
’’Ada guru yang rumahnya dekat dengan sekolah, maka kami pinjam terasnya untuk belajar siswa,’’ jelas Iswandi.
Siswa kelas 4 ditempatkan di ruang serbaguna yang belum selesai dibangun.
Sementara siswa kelas 5 belajar di tempat parkir sekolah.
Kegiatan belajar mengajar di luar ruangan tersebut sudah berjalan sejak Agustus. ’
’Oktober ini rehabnya selesai, tapi belum tahu tanggal berapa,’’ jelasnya.
SDN Carangwulung 1 mendapatkan jatah rehab tahun ini melalui APBD.
Dilelang mulai 29 Mei lalu. Harga perkiraan sendiri (HPS) yang ditawarkan Rp 562 juta.
Dimenangkan CV Karya Baja asal Kota Kediri dengan nilai kontrak Rp 450.332.328. Proses lelang selesai 31 Juli lalu. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW